Syarat Akreditasi A bagi CPNS Meresahkan

Syarat Akreditasi A bagi CPNS Meresahkan
Teks foto: cpns 2018./NET

Suarindonesia – Maraknya isu yang beredar terkait syarat penerimaan CPNS 2018 yang mengharuskan bahwa Institusi Perguruan Tinggi terakreditasi A, mendapatkan atensi dari Rektor ULM terpilih, Sutarto Hadi, Kamis (13/9/2018).

Ia mengatakan apabila syarat penerimaan CPNS 2018 mewajibkan institusi kampus akreditasi A, maka sangat membatasi calon pegawai. Ia mengatakan kurang sependapat apabila dipukul rata harus memiliki akreditasi A. “Jangan dipukul rata semua,” ujarnya.

Ia menilai, ada baiknya syarat penerimaan CPNS seperti tahun sebelumnya hanya dengan menggunakan Indeks Prestasi, misalnya 2,75 atau dinaikan menjadi 3,0. “Asal jangan dipukul rata harus kampus akreditasi A,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa apabila peraturan tersebut tetap dipakai dalam penerimaan CPNS 2018, maka akan sangat menyulitkan alumni. Ia menghitung, Perguruan Tinggi di Indonesia yang sudah terakreditasi A hanya berjumlah 70 perguruan tinggi. “Itu dari sekian ribu, tapi kalau prodi di Indonesia sekitar ribuan prodi yang Akreditasi A,” jelasnya

Ia mengungkapkan bahwa ULM memiliki 19 program studi yang terakreditasi A dari 100 prodi. AKan tetapi, ia mempertanyakan bagaimana nasib puluhan prodi lainnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat meresahkan dan merupakan kebijakan sepihak. “Sungguh meresahkan alumni kita,” tambahnya.

Akan tetapi, menurutnya bahwa pada satu sisi akan menjadi pemincut ULM agar dapat meningkatkan akreditasi Perguruan Tinggi. Ia mengungkapkan, sudah melakukan koordinasi dengan Rektor se- Universitas agar kebijakan yang dinilai sepihak tersebut.

“Sudah kita bicara di forum rektor se-Indonesia, karena kebijakan sepeti ini tidak kondusif dan bisa menimbulkan hal yang tak diinginkan,” katanya.

Sutarto mengatakan ihwal apabila perlu adanya sebuah pertemuan dengan Kemenpan-RB untuk membahas permasalahan tersebut, maka pihaknya bersama forum rektor se-Indonesia akan mengatur jadwal pertemuan tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat meresahkan perguruan tinggi yang berada di daerah timur. “Kalau daerah Jawa sudah rata-rata terakreditasi A,” tandasnya. (BY)

 250 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: