SOAL PINDAH Ibukota, Presiden Jokowi: ‘Adalah Keputusan Seluruh Rakyat’

- Penulis

Rabu, 25 September 2024 - 22:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan keputusan presiden tapi adalah keputusan semua masyarakat. (detikcom/Eva)

Presiden Joko Widodo pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan keputusan presiden tapi adalah keputusan semua masyarakat. (detikcom/Eva)

SuarIndonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ibu kota pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan keputusan presiden semata. Dia mengatakan keputusan itu adalah keputusan semua masyarakat.

Masyarakat yang dimaksud adalah setujunya 93% fraksi di DPR atas berpindahnya ibu kota dari Jakarta ke IKN. Dia mengaku keputusan ini tentu tidak mudah.

“Sebuah keputusan yang tidak mudah tetapi itulah yang sudah kita putuskan, kita juga izin kepada DPR. Saya menyampaikan lisan di dalam rapat paripurna tanggal 16 Agustus, kemudian diikuti dengan pengajuan undang-undang mengenai ibukota Nusantara, dan itu disetujui 93% dari fraksi yang ada di DPR,” kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) 2024, di Istana Negara, IKN, Kalimantan Timur, dikutip SuarIndonesia dari detikNews, Rabu (25/9/2024).

“Jadi ini bukan keputusan presiden saja, tetapi juga keputusan seluruh rakyat Indonesia yang diwakili oleh seluruh anggota DPR yang ada di Jakarta,” lanjutnya.

Jokowi juga bercerita bahwa rencana ibu kota pindah ini pernah di gagas Presiden Sukarno hingga Soeharto. Dia menyebut dirinya hanya mengeksekusi rencana yang sejak lama itu.

Dia menyebut rencana eksekusi ini telah diriset sejak dirinya lantik pada tahun 2014. Setelah itu pengkajian terus dilakukan.

“Sehingga betul Bung Karno tahun ’60-an sudah menggagas untuk kepindahan ibu kota, Pak Harto juga menggagas kepindahan ibu kota, kalau saya itu hanya mengeksekusi. Gagasan itu sudah gagasan panjang udah lama,” kata Jokowi.

“Dilihat dulu kenapa Bung Karno memutuskan Palangkaraya coba dicek. Dan setelah melalui beberapa studi diputuskan ada tiga kandidat calon ibu kota baru Indonesia. Yang pertama Palangkaraya, yang kedua di Kalimantan Selatan, yang ketiga di Kalimantan Timur, dan tambah satu ada di Sulawesi di Mamuju. Didetailkan lagi kemudian saya cek di lapangan nggak sekali dua kali tiga kali kemudian bismillah saya putuskan di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur,” tambahnya.

Jokowi: Pindah Bukan Cuma Fisik
Jokowi menginginkan pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara ini bukan hanya pindah secara fisik saja, tapi juga pindah pola pikir dan cara kerja. Ia menilai pemindahan ibu kota ini sebagai tonggak peradaban negara yang merdeka.

“Kepindahan kita ke Ibu Kota Nusantara ini juga sekali lagi bolak-balik saya sampaikan kita ini bukan ingin pindah fisiknya, pindah istana, pindah fisik gedung Kementerian, bukan itu,” kata Jokowi.

“Tapi yang kita inginkan dalam tonggak peradaban kita sebagai sebuah bangsa sejak kemerdekaan itu adalah tonggak-tonggak, pancang-pancang, tahapan-tahapan kita berbangsa dan bernegara dalam jangka menengah dan panjang,” lanjut Jokowi.

Baca Juga :   KPK INGATKAN Menteri-Wamen Wajib Lapor LHKPN!

Jokowi juga ingin pindah ibu kota juga pindah pola pikir baru. Serta juga membangun semangat baru dengan sistem yang dibangun sejak awal.

“Yang ingin saya sampaikan adalah pindahnya ke sini itu adalah pindahnya pola pikir baru kita, pindahnya mindset baru kita, pindahnya cara kerja baru kita, pindahnya semangat kerja baru kita, pindahnya spirit kerja baru kita, dengan sistem yang sudah dibangun sejak awal karena bangunan-bangunan juga dibangun dengan perencanaan mulai dari nol, mestinya sistemnya bisa kita bangun dengan baik mulai dari nol. Artinya nanti ASN masuk ke sini sistemnya itu sudah siap,” ujarnya.

Groundbreaking 3 Proyek
Jokowi juga melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking tiga proyek dari investor asing di Ibu Kota Negara Nusantara, Kalimantan Timur. Jokowi menilai hal tersebut menjadi bukti IKN menarik untuk investasi.

“Ya ini yang paling penting investor, investasi asing sudah masuk ke Ibu Kota Nusantara. Ini menunjukkan kepercayaan dari investasi, baik lokal, domestik, maupun internasional bahwa Nusantara memang tempat yang sangat menarik untuk investasi,” kata Jokowi di kawasan IKN, Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024).

Para investor asing itu membangun proyek fasilitas pendidikan, hotel, hingga perkantoran. Jokowi mengatakan fasilitas pemerintahan tetap ditangani pemerintah.

“Tapi urusan untuk yang fasilitas kepemerintahan memang semua di handle oleh pemerintah,” ujarnya.

Jokowi menekankan banyak Letter of Intent (LoI) investor asing di IKN. Namun, katanya, investasi itu tetap diseleksi sesuai kebutuhan di IKN.

“Ini yang sudah tanda tangan LoI kan sudah banyak, kan diseleksi, kan diskrining. Tidak semua masuk langsung iya, ini masuk iya, ini masuk iya, disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di IKN. Akan terbangun sebuah ekosistem yang baik sehingga Nusantara menjadi lokasi yang menarik,” ujarnya.

Jokowi membeberkan Delonix Group akan membangun hotel hingga pusat perbelanjaan di atas lahan 2.400 meter persegi. Dengan fasilitas apartemen, pusat perbelanjaan, perkantoran, pusat olahraga dan kebugaran di kawasan IKN ini.

“Dengan investasi di IKN ini, Delonix Group masuk sebagai perusahaan asing perintis yang berinvestasi di IKN dan ini akan membawa dampak kepercayaan pada investor lain untuk segera masuk ke IKN,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung
NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN
DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta
KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:03

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:56

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:24

PERPUTARAN Dana Judol Rp40,3 T pada Triwulan I-2026

Berita Terbaru

Febrie Adriansyah. (detikcom/Rumondang Naibaho)

Hukum

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:30

SH, Nenek 70 tahun di Kotawaringin Timur ditangkap karena diduga mengedarkan sabu-sabu. (Foto: Humas Polres Kotim)

Hukum

SH, Nenek 70 Tahun Diduga Edarkan Sabu

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:08

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pos Siaga Penanganan Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7/2026). (Foto: HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Kalteng

PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:48

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (kedua dari kanan). (Foto: HO-Divisi Humas Polri)

Hukum

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:37

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi (ketiga kanan) dalam prosesi pelantikan di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: HO-Kejaksaan Agung RI)

Hukum

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca