SHALAT ISTISQA Digelar PDAM Bandarmasih di Intake Sie Tabuk

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2019 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kekhawatiran Direktur Utama PDAM Bandarmasih H Yudha Ahmadi beserta jajaran Direksi terhadap penurunan kualitas air baku dari Intake Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang kondisi airnya semakin mengecil, akhirnya pihak manajemen langsung menggelar Shalat Istisqa di Halaman Intake Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kamis (3/10) pagi hari.

Kegiatan shalat istisqa atau shalat meminta hujan dengan imam Ahmad Junadi Thoha diikuti warga setempat dan pejabat struktur dan karyawan PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin diawali dengan memperbanyak istighfar sebelum shalat dua rakaat di samping Intake Sungai Tabuk dimulai.

Usai shalat Istisqa, Yudha mengatakan bahwa alasan digelarnya shalat istisqa di Intake Sungai Tabuk sehubungan Sungai Tabuk yang merupakan sumber air baku utama air PDAM belakangan ini kualitas air mulai keruh dan kedalaman air mulai berkurang yang setiap detik disedot 2.200 liter per detik.

“Kita saat ini sedang merasakan musim kemarau yang panjang sehingga mempengaruhi terhadap ketersediaan air baku PDAM, makanya kami berharap dengan istiqa meminta kepada Allah menurunkan berkah hujan untuk Kalsel, khususnya Kota Banjarmasin dan sekitarnya,” ungkap H Yudha Ahmadi, usai shalat istisqa di halaman Intake Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Mantan Dirop PDAM ini mengakui setelah mencermati ramalam dari BMAG mengaku sangat sangat khawatir dengan kondisi air baku PDAM tahun ini.Karena, menurutnya, sumber air baku yang diambil dari sungai martapura baik kuantitas dan kualitasnya semakin menurun. Tahun ini yang ternyata kandungan kadar garamnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

“Terus terang memang saat ini, hanya tinggal intake Sungai Tabuk yang tidak terintrusi air laut atau aman. Intake lainnya terutama intake Sungai Bilu mengalami intrusi cukup tinggi yang selama ini juga tutup. Beberapa hari ini mulai produksi setelah dilakukan pencamuran dari air baku dari Irigasi yang semula juga sempat stop beberapa minggu,” katanya.

Bahkan, katanya, tahun ini intrusi air laut mencapai 6.000 mg/liter hingga data terakhir pada kemarin turun signifikan menjadi 1.400 mg/liter..
Meski demikian, pihaknya masih merasa khawatir dengan kondisi air baku tersebut. Terlebih musim kemarau tahun ini yang diprediksi baru akan berakhir di bulan November.

Baca Juga :   PASTIKAN LAYAAN Cepat dan Transparan, Kapolresta Banjarmasin Turun Langsung Memantau

Jadi dengan kondisi tersebut, air baku Sungai Tabuk yang selama ini untuk menyuplai Banjar Timur dan Selatan dengan kapasitas 2.000 liter/detik, diharapkan jangan sampai berkurang. Namun karena intake sungai bilu tutup maka intake Sungai Tabuk terbagi lagi untuk melayani wilayah lainnya.

“Selain itu dibantu juga dengan irigasi dan intake Sungai Lulut dan Pematang. Namun sayangnya kurang bisa diandalkan karena hanya beberapa ratus meter, dan itu memang baru seminggu ini. Sebelumnya malah sempat stop karena air irigasi tiba di Pematang sempat nol detik,” jelasnya.

Karena itulah, pihaknya juga terus mengupayakan agar air bersih tetap mengalir. Di antaranya dengan mencampur sumber air baku Sungai Bilu dengan air Sungai Tabuk untuk menutupi kekurangan distribusi air ke semua wilayah pelayanannya.

Ustadz yang juga Imam Masjid Sungai Tabuk Ahmad Junaidi Thoha mengatakan susahnya hujan ini karena sebagai hambanya harus banyak-banyak memanjatkan doa dan memperbanyak istighfar karena setiap instan tak tau apa yang sudah diperbuat.

“Marilah mulai sekarang kita memperbanyak istighfar dan meminta ampun dengan dosa yang setiap hari kita lakukan tanpa sengaka maupun disengaja,’’ ucap Imam Masjid Sungai Tabuk Ahmad Junadi Thoha.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun
GANDENG Polda Kalsel, Sekretariat DPRD Kalsel Sosialisasi “Risk Assessment”
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
AMUK API di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin Lalap Dua Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PEMBUNUHAN Terhadap Ijay Seorang Nelayan, 26 Adegan Diperagakan
CUACA EKSTREM, Porak-poranda hingga Kabel Listrik Putus
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05