SEMBILAN WNA Batal Balik ke Pakistan, Usai Hasil Rapid Test Reaktif

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2020 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sembilan warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang sempat tinggal di Pondok Pesantren Al Ihsan, Kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah harus mengubur dalam-dalam niatnya untuk pulang ke kampung halaman.

Pasalnya, sembilan WNA ini harus tetap tinggal di Kalsel. Hasil rapid test yang sebelumnya mereka lakukan di Pasar Lama pada Sabtu lalu menunjukkan reaktif. Alhasil, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari.

Para WNA ini pun kemarin, Senin (18/05/2020) harus dijemput di Ponpes yang terletak di Jalan Pahlawan Gang Inpres tersebut.

Bahkan penjemputan ini pun sempat terkendala, lantaran adanya penolakan dari pihak mereka.

Alasannya, mereka sempat menolak untuk di rapid test ulang dan menjalani karantina. Di sisi lain di waktu yang bersamaan mereka juga dijadwalkan untuk pulang ke negara asalnya bersama 15 WNA lainnya.

“Jadi pagi tadi kami ingin mengulang rapid test kepada mereka, tapi mereka menolak karena mau pulang ke Pakistan,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan CoVID – 19 Banjarmasin, Machli Riyadi.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan ujar Machli, pihaknya berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk meminta bantuan dalam proses penjemputan tersebut. “Karena sempat menolak sehingga kami minta bantuan dari pihak keamanan,” jelasnya.

Setelah melalui pembicaraan alot di Masjid Al Ihsan di mana saat itu juga hadir Tim Gugus Tugas dari Provinsi, akhirnya mereka mau untuk tetap tinggal dan menjalani karantina di rumah karantina Jalan Ambulung, Loktabat, Banjarbaru.

Baca Juga :   DIBUKA KEMBALI Jalan Veteran Sungai Lulut, Pasca Retak dan Ambles

Sedang 15 WNA lainnya yang hasil rapid test nya menunjukkan hasil non-reaktif dipersilakan pulang ke Pakistan dan diantar langsung oleh Tim Gugus Tugas.

“Iya mereka dibawa ke Ambulung untuk dikarantina karena rapidnya reaktif. Mereka juga sudah diswab, hasilnya masih ditunggu,” ucap Machli.

Yang menjadi pertanyaan mengapa ada beberapa WNA yang harus di rapid test ulang? Machli menjelaskan bahwa di pemeriksaan awal ada dari mereka yang hasil tesnya abu-abu atau kurang jelas,l sehingga hal itu perlu untuk dilakukan kembali.

“Pengulangan ini dilakukan karena ada beberapa hasil reaktifnya masih abu-abu. Sebenarnya untuk kebaikan mereka juga,” katanya yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Sebelumnya, pada Sabtu lalu 24 WNA asal Pakistan ini sempat diikutkan dalam pemeriksaan rapid test massal yang dilakukan di enam pasar di Banjarmasin. Para WNA ini menjalani pemeriksaan di Pasar Lama.

Dari jumlah tersebut sembilan di antaranya menunjukkan hasil reaktif, dan 15 lainnya non-reaktif. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan
SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin
GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla
CAIRAN Surfaktan Disiapkan Polda Kalsel Produksi Jumlah Lebih Banyak
BASARNAS: Hari Kelima Pencarian Posisi Kapal Virgo Semakin Tenggelam
MR X Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan
PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa
DIUNGKAP PAKET GANJA Hampir Setengah Kilogram, Seorang Pria Diamankan Polresta Banjarmasin

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:23

JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:41

GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 21:27

BASARNAS: Hari Kelima Pencarian Posisi Kapal Virgo Semakin Tenggelam

Kamis, 17 September 2026 - 19:05

MR X Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Kamis, 17 September 2026 - 16:15

DIUNGKAP PAKET GANJA Hampir Setengah Kilogram, Seorang Pria Diamankan Polresta Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 16:06

PENGIRIMAN Rokok Ilegal dari Surabaya, 3,4 Juta Batang Diamankan

Berita Terbaru

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar. (detikKalimantan)

Hukum

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50

Headline

GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:41

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca