SEKOLAH DI BANJARMASIN Kembali Daring Tanpa Batas Waktu

- Penulis

Minggu, 25 Juli 2021 - 20:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banjarmasin memaksa Pemerintah Kota (Pemko) setempat, untuk kembali menghentikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Alhasil, pola belajar secara tatap muka di sekolah yang sudah dijalankan Pemko Banjarmasin pada tahun ajaran 2021/2022 sejak 12 Juli 2021 yang lalu terpaksa harus disetop.

Namun, baru berjalan 2 pekan, akhirnya PTM pun dialihkan kembali ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui Belajar Dari Rumah (BDR) secara Daring, Luring maupun gabungan keduanya.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, keputusan tersebut merupakan bentuk sikap pemko banjarmasin dalam menarik tuas rem darurat.

“Kita tarik rem darurat. Sehingga PTM wajib daring, karena PPKM level 4 mengharuskan belajar kembali online,” ucapnya saat ditemui awak media belum lama tadi.

Pola PJJ tersebut berlaku terhadap seluruh jenjang pendidikan yang ada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Mulai PAUD, SD sampai dengan SMP. Baik yang statusnya negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya PPKM Level 4 yang berlaku di Banjarmasin mulai Senin, 26 Juli 2021.

Menurutnya, yang bisa menghentikan PTM ini hanya kebijakan PPKM. Apalagi sekarang sudah sampai level 4, yang artinya kondisi penyebaran Covid-19 di Banjarmasin sudah mengkhawatirkan, terutama bagi siswa,

“Karena ini keputusan Pak Wali Kota, mau tidak mau kita ikuti. Karena sesuai keputusan SKB 4 menteri penentuan jalan atau tidaknya PTM ada di tangan kepala daerah,” imbuhnya.

Lantas bagaimana kesiapan Disdik dalam menghadapi PJJ yang kembali dilakukan mulai 26 Juli ini?

Terkait hal itu, Totok mengaku bahwa pihaknya tidak ada kesulitan dalam menjalankan PJJ, mengingat pengalaman sekolah-sekolah di Banjarmasin yang sudah menjalankan PJJ lebih dari setahun.

“Kalau urusan PJJ, sekolah sekarang sudah mahir menjalankannya,” klaimnya.

Kemudian, ia juga menekankan bahwa pola belajar di rumah atau jarak jauh ini dijalankan tanpa batas waktu yang ditentukan.

Pasalnya, pihaknya merasa tidak ada jaminan kebijakan PPKM bisa langsung turun ke level di atasnya misalnya ke level 2 atau 3

“Makanya di surat edaran yang kami (Disdik) keluarkan itu kami tulis sampai kapan dihentikannya. Karena jika mengikuti PPKM Level 4 yang baru diterbitkan Wali Kota sampai tanggal 8 Agustus. Belum tentu juga bisa selesai,” jelasnya.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Namun, ia memastikan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan kembali menerapkan PTM disekolah.

“Nanti akan kita lanjutkan lagi (PTM nya) dengan catatan kondisi pandemi ini sudah melandai dan kondusif,” tukasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak siswa maupun warga yang kesulitan mengikuti pembelajaran lewat daring.

“Masih banyak, makanya kita sampaikan tidak harus dilakukan secara daring, tapi bisa juga dengan cara penugasan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengakui kembali dijalankannya PJJ ini akan memiliki dampak dalam kualitas penyerapan materi pembelajaran bagi siswa jika dibandingkan dengan PTM.

“Resiko ini tidak bisa dihindari dan pasti terjadi. Karena intensitas belajar dan interaksi siswa dengan guru akan menjadi sangat rendah terbatas. Pengawasan guru pun demikian,” imbuhnya.

Karena itu ia berharap para orangtua di rumah menjadi pendamping belajar bagi para siswa yang saat ini terpaksa kembali dilakukan secara daring.

“Terpaksa kembali ke orangtua lagi yang harus kerja keras menjadi guru bagi anaknya,” tandasnya.

Seperti diketahui, SE yang dikeluarkan Disdik Kota Banjarmasin bernomor 800/3560-Sekr/Dipendik/2021 menjelaskan, pelaksanaan PJJ dan BDR dapat dilaksanakan melalui WFH atau WFO.

Jika WFO, kehadiran guru di sekolah dibatasi maksimal 50 persen dari total seluruh guru

Tidak hanya itu, jika ada guru yang terkonfirmasi Covid-19 atau memiliki gejala mirip Covid-19, maka tidak diperkenankan hadir ke sekolah.

Kemudian, pemberian tugas kepada siswa yang mengikuti belajar dari rumah juga diimbau agar tidak terlalu banyak. Terutama dalam pemberian tugas yang membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya, sedapat mungkin tidak dilakukan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18