SuarIndonesia – Salah satu upaya penganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalsel adalah melalui satuan tugas (Satgas) udara. Dengan posko di Lanud Sjamsudin Noor.
Dalam setiap penerbangan, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Suparjo, menekankan pentingnya faktor keselamatan (safety first) dalam setiap misi penerbangan.
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk melaksanakan koordinasi yang optimal dengan unsur Satgas Darat, sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan efektif.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa operasi udara harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Utamanya adalah keselamatan personel dan alutsista, sekaligus memastikan setiap sortie yang dilaksanakan memberikan dampak nyata dalam menekan penyebaran titik api di lapangan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Sebelum satgas udara beroperasi, Kolonel Pnb Suparjo, memimpin langsung Briefing.
Briefing dilaksanakan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan operasi udara dalam mendukung penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Kalsel.
Kegiatan diawali dengan pemaparan kondisi terkini titik-titik api berdasarkan laporan BMKG, BPBD, dan pantauan satelit.
Serta sejumlah poin penting yang menjadi fokus utama, mulai dari pelaksanaan kegiatan pemadaman yang nanti akan dilakukan melalui udara dan darat, analisa perkembangan kondisi cuaca serta hotspot di wilayah Kalsel, kesiapan alutsista udara berupa helikopter patroli dan water bombing.
Hingga strategi lanjutan dalam memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan titik api.
Kegiatan briefing diikuti oleh para pilot, crew, dan tim teknisi helikopter patroli danwater bombing serta perwakilan instansi terkait yang tergabung dalam Satgas Udara.
Rangkaian operasi udara yang melibatkan helikopter dari BNPB ini diharapkan mampu mempercepat upaya penanganan Karhutla di Kalsel, seiring meningkatnya potensi kebakaran akibat musim kemarau panjang.
BNPB telah membantu melalui penyediaan helikopter waterbombing dan helikopter patroli udara yang sudah beroperasi sejak 18 Agustus 2025.
Sementara Kementerian Lingkungan Hidup mendukung lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut yang rawan terbakar.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, kombinasi penanganan karhutla melalui upaya darat dan udara menjadikan langkah penanganan jauh lebih efisien.
“Dengan adanya sinergi ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan menjadi lebih baik,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















