Realisasi Pajak Daerah Banjarmasin 99,8 Persen dari Target Rp277 M

Realisasi Pajak Daerah Banjarmasin 99,8 Persen dari Target Rp277 M

Suarindonesia – Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, H Subhan Noor Yaumil SE, mengungkapkan, target pendapatan pajak daerah secara keseluruhan di tahun 2018 mencapai Rpp277 miliar dan akan ditargetkan kembali pajak daerah untuk tahun depan 2019 mencapai Rp300 miliar.

“Untuk sementara realisasi di 2018 sampai bulan November sudah mencapai 99,8%, tinggal sedikit lagi untuk memenuhi 100%,” demikian Kadis Bakeuda H Subhan Noor Yaumil pada sosialisasi pajak daerah yang digelar Bakeuda Kota Banjarmasin Tahun 2018 kepada 200 wajib pajak di Himalaya Ballroom Hotel Banjarmasin Internasional, Banjarmasin Timur, Selasa (27/11/2018).

Sosialisasi pajak daerah tersebut dilakukan oleh Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin dan dibuka oleh Wakil Walikota Banjarmasin. Acara tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman kembali kepada wajib pajak tentang progres pembangunan daerah lewat pendapatan pajak daerah.

Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah menyampaikan, sosialisasi berkaitan dengan pajak daerah dilakukan karena banyak yang ingin disampaikan kepada wajib pajak di Banjarmasin.

“Kita bisa membangun Banjarmasin ini tidak lepas dari partisipasi wajib pajak, maka kami sangat harapkan keaktifan membayar pajak,” ucap Wawali Hermansyah Banjarmasin kepada awak media.

Hermansyah menjelaskan sosialisasi tersebut dilaksanakan sekaligus dengan diskusi tentang pajak yang mungkin saja ada yang ingin ditanyakan terkait hal hal yang mungkin belum dimengerti tentang pajak daerah tersebut.

‘’Kami berharap kepada peserta apa pun yang terdapat rasa mengganjal di diri peserta, maka silakan dipertanyakan kepada kami untuk diberi penjelasan dan pemahaman secara lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin, H Subhan Noor Yaumil SE mengatakan dalam sosialisasi tersebut disampaikan seluruh tarif pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah terhadap
hotel, restauran dan tempat hiburan. “Kami pungut dari hotel dan restoran 10%, kemudian hiburan maksimal 75%,” ungkapnya.

“Hanya saja kemarin saat regulasi kita godok dengan DPRD Kota Banjarmasin, maka diputuskan di perda untuk hiburan 30% untuk jenis karaoke dan 40% untuk jenis diskotik,” papar Subhan.

Subhan menjelaskan ketika Bakeuda menetapkan tarif terlalu besar bukan berarti bisa dapat banyak. “Bisa jadi dengan pajak yang tinggi bisa mengurangi pelanggan di masing-masing tempat hiburan,” kata Subhan.(SU)

 192 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: