RATUSAN Hektare Kawasan Hutan Masuk Areal Pembangunan Riam Kiwa

RATUSAN Hektare Kawasan Hutan Masuk Areal Pembangunan Riam Kiwa

SuarIndonesia – Sebagian lahan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar masuk kawasan hutan lindung.

Sesuai perencanaan areal pembangunan masuk kawasan hutan seluas 756 hektare.

Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan lahan pembangunan masuk Hutan Tanam Industri (HTI) yang dikelola PT. Pria Multi Buana.

Pemilik proyek kegiatan harus mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan tersebut.

Menurut Aya, pihaknya sudah mengeluarkan pertimbangan teknis izin pinjam pakai kawasan hutan.

“Perteknya sudah kami keluarkan pada tanggal 26 April 2021 silam. Surat sudah dikirim ke Jakarta, proses selanjutnya di sana,” urainya.

Disebutkan Aya, izin pinjam pakai dimungkinkan karena untuk kepentingan masyarakat luas. Proses selanjutnya tinggal di Kementerian Lingkingan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk urusan pergantian nilai investasi.

“PT Prima Multi Banua kan ada investasi di sana, jadi akan ada perhitungan pergantian tapi KLHK yang menentukan. Investasi kawasan hutan hubungannya antara Kementerian dengan penerima izin,” pungkasnya, Jumat (25/6).

Pemerintah pusat menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp1,8 triliun disiapkan khusus untuk pembangunan fisik. Pemerintah pusat juga sudah menyiapkan dana untuk penyediaan lahan.

“Dana yang disiapkan kurang lebih Rp1,8 triliun melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) II,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Masrai Zulzai.

Menurut Masrai dana tersebut bisa langsung digunakan untuk pembangunan fisik, namun syaratnya lahan harus sudah beres.

Disebutkannya, target penyiapan lahan selesai pada tahun ini.
“Seandainya tahun ini lahan siap maka tahun ini langsung ditender. Jika siapnya akhir tahun maka tender kemungkinan Januari atau Februari,” ucapnya.(RW)

 329 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: