Nasrullah, AR.SP.d.I.SH MH.(Foto/Istimewa)
SuarIndonesia – Menyikapi adanya kegiatan MTQ atau tadarus Al Qur’an yang menghadirkan calon kepala daerah dan mengenalkan masyarakat di Kabupaten Banjar di Masjid Al Karomah, maka kami menyatakan sikap agar membatalkan undangan yang menghadirkan calon kepala daerah tersebut.
Hal itu diungkapkan Plt NU Kalsel H Nasrullah AR SPDI, SH, MH kepada awak media di Banjarmasin, Jumat (30/04/2020) malam.
Larangan itu, ujar Pengurus MUI Kalsel ini, agar membatalkan kegiatan lomba Al Qur’an dengan melibatkan calon kepala daerah atau mempolitisasi Al Qur’an pada ranah politik.
Sebab, ujarnya, memperlombakan Al Qur’an dengan ada muatan politik justru menimbulkan perpecahan. Bahkan bisa memunculkan saling ejek setelah perlombaan dilaksanakan di media sosial.

Jadi, idealnya agar acara menghadirkan calon kepala daerah dibatalkan karena justru mengurangi nilai kekhusukan acara tadarus Al Qur’an lebih baik bersama ulama santri dan masyarakat saja.
Karena itu, kami meminta agar para ulama kembali kepada fungsi ulama membina umat jangan sampai terjebak kepada politik praktis.
Kemudian ulama diharapkan memberi kesejukan ketika ada susana konflik jangan sampai justru hanyut kepada tanah permainan politik. Ulama mempunyai kekuatan moral untuk memberikan siraman kedamaian.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















