Purnomo Yudhi Berikan Pesan Terakhir bagi Olahraga Indonesia

- Penulis

Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gian Asiara tengah menunjukkan foto ayahnya, mendiang Purnomo Yudhi. (CNNIndonesia/Titi Fajriyah)

Suarindonesia – Anak sulung almarhum Purnomo Yudhi, Gian Asiara mengungkapkan pesan terakhir sang bapak sebelum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah, Jumat (15/2) pagi.

Purnomo merupakan mantan sprinter Indonesia yang pernah tampil menjadi semifinalis Olimpiade 1984 di Los Angeles. Empat tahun terakhir, ia divonis kanker kelenjar getah bening oleh dokter dan sudah lima kali menjalani pake kemoterapi.

Semasa hidup, Gian mengungkapkan sang bapak adalah sosok yang selalu meminta keempat anaknya untuk menghargai jerih payah seorang atlet. Karena baginya, seorang atlet ibarat pahlawan bagi sebuah bangsa.

“Papa selalu bilang kalau dia tidak mau ada mantan atlet lain yang seperti dia. Dia pesan siapa pun yang sudah berprestasi harus dihargai, jangan hanya digunakan saat ada perlunya saja,” kata Gian kepada wartawan di rumah duka di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Selama sakit, Gian menyebut ayahnya selalu mencoba untuk berkomunikasi dengan Menpora Imam Nahrawi. Namun, keinginan itu belum pernah terwujud sampai maut memanggilnya.

“Kalau Papa masih bangun, dia bakal ngobrol tiga sampai empat jam sama dia [Menpora]. Papa waktu itu sangat berharap ada dukungan dari negara supaya semangatnya naik berkali lipat. Karena kanker itu kan butuh dukungan moril buat menjalani proses penyembuhannya,” ungkap Gian.

Baca Juga :   DIDUGA REM BLONG Akibatkan Kecelakaan Beruntun di Km 92 Tol Cipularang

“Dia mau mantan atlet yang berprestasi harus dihargai sampai kapan pun. Termasuk atlet yang tidak berprestasi pun harus dihargai,” imbuhya.

Di sisi lain, Gian menyebut justru Prabowo Subianto yang hampir setiap hari menanyakan keadaan Purnomo, yang pernah menjadi juara di Kejuaraan Atletik Asia di Jakarta 1985 itu.

Sejak 2015 sampai saat ini, Purnomo masih tercatat sebagau Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda dan Olahraga Partai Gerindra. Ia berharap dengan jabatannya itu bisa mengubah nasib para atlet dan mantan atlet ke depannya.

“Saya dan adik saya sempat jadi atlet. Saya di sepak bola, adik saya basket. Tapi setelah itu kami kecewa dan saya di minta Papa untuk masuk ke partai, karena hanya melalui politik sistem olahraga di Indonesia bisa berubah,” jelasnya.

Jenazah pemilik nama lengkap Purnomo Muhammad Yudi dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Mantan atlet asal Purwokerto itu wafat dalam usia 58 tahun. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai
MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju
DIDUGA LOMPAT dari Jembatan Mahakam, BB Ditemukan Tewas Mengambang
FINAL INDONESIA OPEN 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Runner Up
RACE MOTOGP Hungaria 2026: Marc Marquez Juara, 4 Rider Crash di Awal
JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran
AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin
DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:36

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:20

TERKUAKNYA DUGAAN KS di Ponpes Kukar, Korban Diam Bertahun-tahun

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:56

JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:53

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:48

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Berita Terbaru

Proses pemindahan napi high risk Lapas Palangka Raya ke Nusakambangan. (Foto: dok Ditjenpas Kalteng)

Hukum

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:58

Lokasi bocah Jio Norahito (11) yang hilang di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: dok SAR Palangka Raya)

Kalteng

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:52


Pelaku R pembacok ibu dan anak di Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). (FotoL dok Polsek Pahandut)

Hukum

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:45

Mayat MA mengapung di sungai Desa Lok Tamu, Banjar. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca