PROBLEM URBAN “di Tangah Kartak”

- Penulis

Jumat, 17 Januari 2025 - 15:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Problem urban, adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari bagi kota-kota yang mengalami pertumbuhan pembangunan atau industrialisasi.

Menjadi tantangan bagi manajemen kota, agar warga tetap hidup secara mulia dan bermartabat.

Laju urbanisasi yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 3,03% per tahun, bukan lagi sebatas proses perpindahan penduduk dari desa ke kota, melainkan fenomena yang muncul dari dinamika perkembangan kota, baik disadari atau pun tidak terduga.

Pemukiman kumuh, produksi sampah, krisis air bersih, gizi buruk, kemampuan bertahan hidup, kriminalisasi, keseimbangan ekologis, ruang terbuka hijau, kemacetan lalu lintas, kelangkaan lahan parkir, dan ketidakadilan, menjadi bola salju yang terus bergulir.

Bila tidak ditanggani secara serius, akan mengancam warga kota.

Jalan raya, atau dalam bahasa Banjar disebut “tangah kartak”, dapat menjadi ekspresi atau wajah dari problem urban.

Untuk melihat sebuah kota ditangani dan dikelola secara serius atau sekedarnya, tidak perlu melakukan audit pemerintahan atau pun mengevaluasi tata kelola pemerintah dengan metodologi yang rumit. Cukup lihat dan amati “tangah kartak”, akan tergambar semua potret yang menggambarkan kemampuan dan keseriusan dalam mengelola kota.

Kota yang tidak mampu dikelola dengan baik, di tangah kartaknya akan terlihat wajah kemiskinan melalui manusia silver, manusia gerobak, manipulasi becak untuk mengemis, ekspolitasi balita untuk meminta, dan berbagai bentuk kreativitas mengemis dalam rangka bertahan hidup dan menuntut keadilan hidup.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL Bersama Ratusan Driver Online hingga Sampaikan Peluang Kerja di Jepang

Juga tergambar kemacetan, akses jalan yang sangat terbatas, trotoar yang tidak memuliakan penjalan kaki dan penyandang disabilitas, sampah berserakan tanpa ada yang memedulikan, parkir sesuka hati, serta arogansi pengendara yang tidak patuh pada aturan lalu lintas.

Karena itu, bila ingin membenahi kota, jangan abaikan “tangah kartak”, karena dia menjadi etalase, bagi segala ekspresi tentang kondisi sebenarnya sebuah kota.

Walau hanya sepintas melewati jalan raya, wajah sejatinya sebuah kota akan terlihat dengan jelas, apakah dikelola secara serius atau “sahibarnya” saja?.

(Oleh: Noorhalis Majid)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca