PILKADA DAMAI Cegah Politik Identitas, 30 Suku Bangsa Kalsel Deklarasi

- Penulis

Minggu, 29 September 2024 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerukunan Keluarga Papua menampilkan tarian daerah pada kegiatan Parade Seni Budaya Lintas Etnis Pilkada 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (29/9/2024). (SuarIndonesia/ANTARA/Tumpal Andani Aritonang).

Kerukunan Keluarga Papua menampilkan tarian daerah pada kegiatan Parade Seni Budaya Lintas Etnis Pilkada 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (29/9/2024). (SuarIndonesia/ANTARA/Tumpal Andani Aritonang).

SuarIndonesia – Ada sebanyak 30 kerukunan keluarga suku bangsa se-Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengucapkan ikrar deklarasi damai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai untuk bersatu dalam keberagaman guna mencegah politik identitas.

Pada kesempatan itu pula, BPIP RI bersama Bawaslu Kalsel, 30 suku bangsa se-Indonesia, forum suku dan bangsa, organisasi masyarakat, TNI, Polri, dan masyarakat sama-sama mengucapkan ikrar pilkada damai.

“Kami menggandeng Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Kalsel dan Forum Pembauran Kebangsaan Kalsel.

Ada ratusan hingga ribuan orang dari berbagai etnis mengucapkan ikrar untuk berkomitmen mengawal pilkada yang aman, tertib, jujur, dan adil,” kata Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalsel, Thessa Aji Budiono usai kegiatan Parade Seni Budaya Lintas Etnis Pilkada 2024 Minggu (29/9/2024).

Dia menyebutkan deklarasi sebagai upaya menjaga kerukunan antar suku bangsa di tengah masa kampanye yang berlangsung 25 September -23 November 2024.

“Kami tekankan, tidak dibenarkan antarsimpatisan dan peserta pilkada saling menghina, baik suku, etnis, agama, ras, golongan, dan kelompok yang bertujuan menjatuhkan peserta pilkada,” ujar Thessa.

Ia berpesan kepada seluruh peserta pilkada di Provinsi Kalsel agar berpolitik sewajarnya, bersatu untuk menyongsong pilkada yang damai, merangkul masyarakat mengawasi pilkada, dan berkolaborasi bersama Bawaslu untuk menegakkan keadilan pada pesta demokrasi serentak.

Melalui deklarasi damai antar suku bangsa ini, Thessa berharap pilkada di Kalsel berlangsung dengan aman, damai, dan lancar.

Hal ini untuk mewujudkan impian semua pihak agar terpilih pemimpin sesuai yang diharapkan masyarakat.

“Karena itu, mari sama-sama cermati dan awasi pilkada ini. Pengawasan tidak hanya diemban Bawaslu, tetapi harus melibatkan semua pihak,” tutur Thessa.

Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Provinsi Kalsel, Aliansyah Mahadi mengatakan parade seni budaya ini merupakan kegiatan positif karena dapat membangun kebersamaan, bersatu padu karena persatuan mutlak di atas segala-galanya.

“Keberagaman adalah kekayaan yang harus dilestarikan dari waktu ke waktu. Kesepakatan dalam MoU antara Bawaslu Kalsel dengan forum suku bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak utamanya ketua suku bangsa guna mewujudkan pilkada damai, jujur, bersih, dan adil,” ujar Aliansyah dikutip Antara.

Baca Juga :   NEKAT ! PEDAGANG PENTOL Gagahi Cewek Penjaga Toko di Banjarmasin

Sementara- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI mengatakan Provinsi Kalsel merupakan daerah percontohan kebhinekaan yang berkomitmen memelihara hubungan baik keberagaman antar kelompok.

“Saya sudah berkeliling di berbagai provinsi dan kota, namun saya melihat di Kalsel ini keberagaman cukup lengkap dan terpelihara dengan baik.

Apalagi saat deklarasi damai pilkada hari ini, banyak suku bangsa yang mau melibatkan diri,” kata Ketua Dewan Pakar Geopolitik dan Geostrategis BPIP RI R Ermaya Suradinata usai kegiatan deklarasi.

Ketua Dewan Pakar Geopolitik dan Geostrategis BPIP RI, Ermaya Suradinata (kedua kiri)

Menurut dia, Provinsi Kalsel layak diberikan julukan daerah kebhinekaan karena hubungan antarkelompok adat istiadat menyatu meski terdapat banyak keberagaman dan berbeda-beda pilihan politik.

“Provinsi Kalsel memperlihatkan bagaimana antarsuku dan ras saling merajut persaudaraan sehingga tidak ada konflik,” ujarnya.

Dia berharap kondisi ini tetap terjaga dengan baik, meskipun saat ini momentum pilkada namun diharapkan tidak terjadi konflik baik disebabkan oleh perbedaan pandangan maupun pilihan politik.

Ia mengungkapkan semboyan kebhinekaan saat ini tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, namun dunia telah mengakui semboyan ini dan telah diadopsi menjadi pedoman banyak orang sebagai semangat persatuan dan kesatuan.

“Itulah alasannya mengapa penting merawat dan merajut persatuan meskipun saat ini momentum pilkada, terlebih juga saat ini dunia sedang bergejolak karena perang di beberapa negara belum selesai,” tuturnya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Senin, 7 September 2026 - 13:12

PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Jumat, 4 September 2026 - 22:08

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 21:44

BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

Jumat, 4 September 2026 - 20:50

SATGAS ‘Pemburu Api’ Dikerahkan, Cegah Api Karhutla Meluas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca