Rektor ULM Sutarto Hadi
Suarindonesia – Tercatat, ada tiga Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang mengalami pergantian.
Yang pertama Prof Ahmad Alim Bachri yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor I digantikan Dr Aminudin Prahatamaputra yang merupakan dosen FKIP Prodi Pendidikan Biologi.
Kemudian Wakil Rektor II, Alamiah digantikan Dr Achmad Syamsu Hidayat.
Dan yang ketiga Prof Dr H Abrani Sulaiman diganti Dr H Muhammad Fauzi selaku Wakil Rektor III.
Yang bertahan, hanya Prof Dr H Yudi Firmanul Arifin di posisi Wakil Rektor IV .
Menurut Rektor ULM Sutarto Hadi, pergantian jabatan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, apalagi saat ini tugas berat dinanti para petinggi kampus biru ini.
“Target akrediasi institusi meraih A harus dicapai ULM. Kemudian, mempersiapkan badan hukum universitas yang sekarang satuan kerja (satker) menadi badan layanan umum, serta peningkatan kualitas dan kuantitas produk ilmiah civitas akademika ULM merupakan tugas yang harus diselesai dalam periode ke depan,’’ kata Sutarto usai melantik empat rektor dan Dekan Fakultas Teknik ULM, Jumat (21/12) di Aula Rektorat.
Tak hanya target akreditasi A, Sutarto mengatakan ULM harus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah para dosen mahasiswa.
Sutarto mengatakan ULM harus meraih segudang prestasi baik di tingkat lokal,regional,nasional, dan internasional serta semakin meluasnya jalinan kerjasama ULM.
“Kita tidak perlu membikin program yang muluk-muluk, hanya program yang realistis tapi bisa dilaksanakan dan dicapai serta memberikan kontribusi bagi kemajuan ULM,’’ ujarnya.
Disinggung soal pemilihan wakil rektor, Sutarto menjelaskan telah membentuk pantia seleksi untuk menyaring dosen-dosen potensial yang memenuhi syarat untuk menjabat sebagai petinggi universitas.
“Dosen-dosen yang memenuhi syarat kami wawancara terkait program kerja dan visi ke depan.
Kemudian, asil dari seleksi itu disampaikan kepada rektor. Jadi, di setiap posisi ada dua nama,’’ ucap Sutarto.
Ia memastikan dirinya tidak terlibat proses seleksi nama-nama potensial untuk duduk di posisi strategis.
“Saya hanya menerima hasil dari tim seleksi, kemudian dipilih siapa kira-kira yang cocok,’’ tegasnya.
Sementara, meski tak lagi dipercaya Alim Bachri tidak merasa disingkirkan. Ia menerima keputusan tersebut.
Menurut Alim Bachri, selama empat tahun menjadi wakil rektor ULM, banyak program kerja telah berjalan dengan baik, seperti penyempurnaan sistem informasi akademik dan akreditasi program studi di ULM.
“Banyak peningkatan, jadi yang ada tinggal melanjutkan karena sistemnya sudah terbangun,’’ katanya.
Ia menyebut PR wakil rektor baru adalah memperjuangkan akreditasi A yang belum diraih tahun ini.
“Semoga wakil rektor baru bisa membawa ULM meraih akreditasi A,’’ urainya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















