Suarindonesia – Proses pengerjaan proyek restoran terapung pertama di Lingkungan Pemko Banjarmasin, kini sudah diselesaikan 60 persen.
Bahkan bangunan yang berlokasi di Sungai Martapura depan Balai Kota Banjarmasin itu sudah tahap penyelesaian atap dan akan masuk pemasangan lantai.
Rangka bangunan dan tongkang yang dijadikan media apung nampaknya sudah menunjukkan karakter bangunan itu. Konsep bangunan menujukkan bangunan rumah adat Banjar Bubungan Tinggi dengan rangka baja.
Ketua Penanggungjawab pembangunan Restoran Apung Sumarno DS mengatakan Banjarmasin terkenal dengan pasar terapungnya dengan sentuhan modern Restoran Terapung tidak lama lagi akan hadir di kota.
Bahkan proyek restoran itu digarap non APBD melainkan bersumber dari patungan 25 Koperasi sekunder di Kota Banjarmasin. Nilainya kini sudah mengeluarkan dana kuran lebih Rp 800 juta, katanya.
Ditanya kapan rampungnya restoran? Sumarno memastikan sebelum 24 September 2019 di Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-493 tahun ini bangunan sudah selesai dan operasional. Sumarno optimis restoran terapung dapat selesai sesuai target. Tempat itu salah satu destinasi kuliner baru di Kota Banjarmasin dengan konstruksi mengapung di atas Sungai Martapura.
Keoptimisan juga diyakinkan Sumarno, kini sudah rampung 60 persen dan pembangunan masih berlangsung. Tongkang yang menjadi konstruksi dasar restoran terapung punya dimensi 15 X 45 meter. Tongkang akan diberi batas pagar dari keseluruhan tepi sehingga berguna untuk keselamatan dan kenyamanan pengunjung.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















