PENGUNGSI Mulai Pulang ke Rumah Seiring Debit Air Menurun

- Penulis

Minggu, 31 Januari 2021 - 00:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Debit air yang terus menurun, membuat banyak warga di pengungsian memilih untuk pulang ke rumah masing-masing. Meskipun belum sepenuhnya wilayah terbebas dari banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin, Yusna Irawan mengatakan, saat ini jumlah masyarakat yang terdampak banjir dan berada di posko-posko pengungsian terus mengalami penurunan.

“Sekarang jumlah pengungsi tinggal tersisa sekitar 7.000, dari yang awalnya mencapai 13 ribuan,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Jumat (29/01/2021) petang.

Ia menerangkan, penurunan jumlah pengungsi yang terjadi hampir separuhnya, karena memang kondisi banjir sudah memperlihatkan penurunan debit air.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa saat ini masih ada genangan di beberapa kawasan. Misalnya di Kecamatan Banjarmasin Timur, namun debit air sudah tidak terlalu tinggi.

“Warga pun sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Termasuk juga warga dari luar Banjarmasin yang juga sempat mengungsi. Misalnya yang dari Handil Bakti,” tambahnya lagi.

Sejalan dengan itu, jumlah dapur umum mandiri yang didirikan secara swadaya masyarakat juga mengalami penurunan.

Baca Juga :   TABUR BUNGA di Makam Pahlawan Desa Tabu, Begini Pesan PJ Bupati HSU

“Terus menurunnya titik banjir di berbagai kawasan, juga membuat dapur umum juga terus menurun jumlahnya,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media melalui situs rwsminmilik Pemko Banjarmasin, yakni https://poskobencana.banjarmasinkota.go.id/, jumlah warga Banjarmasin yang terdampak banjir mencapai 33.144 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 106.287 jiwa.

Jumlah tersebut tidak termasuk untuk wilayah Banjarmasin Barat yang tercatat 0, atau tidak sama sekali terdampak.

Sementara jumlah pengungsi mencapai 2.240 KK atau 7.305 jiwa. Jumlah terbanyak berada di wilayah Banjarmasin Selatan yang mencapai 676 KK atau 1.902 jiwa.

Disusul wilayah Banjarmasin Timur dengan jumlah pengungsi sebanyak 553 KK atau 1.689 jiwa.

Adapun jumlah pengungsi dari luar kota berjumlah 772 jiwa, yang tersebar di wilayah Banjarmasin Tengah dan Selatan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya
DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:38

KALTENG Prioritas Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:29

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca