PEMBUKTIAN Permohonanan Pembubaran PT Nurza Tanjung, Hadir Atase Hukum KBRI Riyadh

- Penulis

Rabu, 23 Oktober 2024 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sidang lanjutan permohonanan pembubaran PT Nurza Tanjung, yang diajukan Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,  Selasa (22/10.2024) (SuarIndonesia/Ist)

sidang lanjutan permohonanan pembubaran PT Nurza Tanjung, yang diajukan Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,  Selasa (22/10.2024) (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Kembali digelar sidang lanjutan permohonanan pembubaran PT Nurza Tanjung, yang diajukan Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,  Selasa (22/10.2024).

Agenda sidang kali ini yaitu agenda pembuktian. Dalam sidang pembuktian ini, Tim JPN mengajukan alat bukti surat serta menghadirkan lima orang saksi dan dua orang Ahli.

Para saksi yang hadir pada sidang pembuktian terdiri dari orang-orang yang menggunakan jasa PT Nurza Tanjung untuk menjalani ibadah umrah atau ibadah haji yang akhirnya menjadi korban praktik atau tindakan melawan hukum dari PT Nurza Tanjung tersebut.

“Dan Atase Hukum di KBRI Riyadh yaitu Dr Erianto, SH, MH, yang hadir langsung di Pengadilan Negeri Tanjung.

Sedangkan Para Ahli yang hadir yaitu Ahli Hukum Perdata dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dan Ahli dari Kementerian Agama RI,” kata  Kasi Intelejen Kejari Tabalong, Muhammad Fadhil  SH dan Kasi Penkum Kejati Kalsel, Yuni Priyono SH MH.

Pengajuan permohonan pembubaran PT Nurza Tanjung diajukan oleh Tim JPN Kejari Tabalong karena PT Nurza Tanjung yang merupakan penyelenggara ibadah umrah sesuai SK Kementerian Agama Republik Indonesia pada  31 Desember 2020 dengan Nomor U. 543 Tahun 2020 dengan Akreditasi C Tanggal 31-12-2020 bersatatus PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) Aktif.

Itu sebagaimana termuat dalam Sisko Patuh dan pada Aplikasi Haji Pintar Kementerian Agama RI telah melakukan perbuatan melanggar kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang mana perbuatan PT. Nurza Tanjung yaitu memberangkatkan 98 jemaah umrah hanya menggunakan Visa Transit, tidak menggunakan Visa Umrah sebagaimana yang dijanjikan.

Mengakibatkan 98 jemaah menjalani proses persidangan Komisi Administrasi di Arab Saudi.

Baca Juga :   KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Selain itu PT Nurza Tanjung juga memberangkatkan 300  jemaah Haji dengan menggunakan Visa Ziarah padahal PT Nurza Tanjung tidak memiliki izin Penyelenggaraan Ibadah Haji khusus (PIHK).

Menagkibatkan 300 jemaah Haji ditangkap oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi yang kemudian di bawa ke wilayah gurun pasir di Jeddah untuk dijauhkan dari wilayah haram karena tidak memiliki identitas Haji.

Sehingga berpotensi menimbulkan preseden yang buruk terhadap Pemerintah Indonesia dalam proses pelaksanaan Haji.

Permohonan pembubaran PT Nurza Tanjung oleh Tim JPN Kejaksaan Negeri Tabalong ini telah sesuai dengan Bab III Huruf a Ketentuan Umum Angka 1 huruf b Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum.

Tindakan Hukum Lain dan Pelayanan Hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dalam penanganan keperdataan terhadap berkaitan dengan pertanggungjawaban keperdataan terhadap orang atau korporasi.

Termasuk permohonan pemeriksaan dan/atau pembubaran perseroan terbatas serta Pasal 146 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Menyatakan : “Pengadilan Negeri dapat membubarkan Perseroan atas permohonan Kejaksaan berdasarkan alasan Perseroan melanggar kepentingan umum atau Perseroan melakukan perbuatan yang melanggar peraturan perundang-undangan”. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru