SuarIndonesia – Beberapa perusahaan siap berkolaborasi menggelontorkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk membangun pembangkit listrik tenaga bayu sebesar 70 mega watt (MW) di Kabupaten Tala (Tanah Laut).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Isharwanto, melalui Kabid Energi, Sutikno, menjelaskan PT. PLN pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu bergantung pada PT. PLN.
Menurutnya saat ini kondisi listrik di Kalsel masih kelebihan daya sekitar 100 MW. Pada sisi lain, lanjutnya, pemerintah terus menggenjot masing-masing provinsi mencapai bauran energi atau energi baru terbarukan (EBT) nasional sebesar 31 persen.
“PLN baru punya bauran energi sebesar 10 mw x 3 yaitu PLTA. Mau ditambah lagi dengan tenaga bayu.tahap pertama sebesar 70 MW dengan 3 lokasi di Tanahlaut. 3 lokasi itu siap berdasarkan dokumen lingkungan dan sebagainya.
Tahap pertama 70 MW dulu nanti berkembang lagi sesuai kebutuhan listrik,” kata Sutikno, Kamis (17/2.2022).
Menurut Sutikno, yang akan dilelangkan PLN adalah terkait nilai pembelian energi yang dihasilkan. Pembangunan pembangkit secara keseluruhan dari dana investasi pihak swasta. Investasi yang akan dikeluarkan cukup besar Rp 2 triliun.
Sehingga pihak swasta memerlukan kepastian penjualan energi yang dihasilkan. Jika tidak ada pembeli maka dipastikan pihak swasta tak mau mengeluarkan dana sebesar itu.
“Nanti dilelangkan terkait pembelian energi oleh PLN. Jika sudah disepakati terkait harga maka pihak swasta yang akan membangun,” ucapnya.
Ia menyebut pemerintah daerah sangat mendukung rencana tersebut dan berjanji akan mendorong agar semakin cepat terealisasi. Sebabnya tidak lain, jika PLTB terbangun salah satunya akan menjadi destinasi wisata.
“Pemda sangat mendukung, karena rencana bauran energi Provinsi Kalsel harus memenuhi 24,7 persen dari total 8,7 giga watt nasional. Daerah harus menyediakan sekitar 2 ribu MW sampai tahun 2025.
Sekarang baru 81 MW, jika bisa membangun 2 ribu MW tenaga bayu bisa jadi solusi dengan potensi 1,4 ribu MW.
Untuk mencapai 2 ribu MW tinggal nambah sesikit dari EBT lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat menerima kunjungan sosialisasi PT. Adaro dan PT. Tala Alam Baru, Rabu (16/2/2022), menyatakan sangat mendukung semua pembangunan EBT di Kalsel.
“Terkait EBT tenaga bayu untuk percepatan kami akan membackup baik itu dari sisi perizinan, kawasan, dan permasalahan lainnya,” kata Roy.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















