Suarindonesia – H Muhidin, yang saat ini masih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalsel Partai Amanat Nasional (PAN), meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk bisa memaklumi atas sikapnya dengan alasan keadaan politik di daerah ini.
Itu tak lain atas sikapnya pasca deklarasi terbuka terkait dukungan terhadap calon presiden pilihan nomor satu Jokowi-Maruf Amin.
“Sebelumnya itu saya diangkat sebagai Ketua DPW PAN Kalsel, karena terpuruknya. Dan saya berusaha untuk membangkitkannya kembali hingga sekarang dan memenangkan PAN,’’ kata H Muhidin di sela rapat koordinasi dengan para kader di Hotel Best Western Hotel, Kamis (13/12).
Sebenarnya lanjut Muhidin, dirinya bersama yang lain menunggu Sekjen PAN, PA Eddy Soeparno yang rencana datang dan membicarakan berbagai hal.
Namun karena beliau berhalangan, maka kegiatan dilanjutkan dengan bicarakan berbagai langkah dan sikap partai hingga bicarakan soal kader yang turut bercaleg.
“Deklarasi itu sendiri mendadak. Ya yang mau ikut silahkan, dan yang tidak yang silahkah juga,’’ ucapnya.
Ia katakan, semua sudah melalui banyak pertimbangan dan dipikirkan. Sisi lain dikatakan, telah menjadi komitmen pula bahwa dirinya akan memenangkan partai PAN di Kalsel. Satu cara meraih kemenangan tersebut ucap Muhidin yakni memilih Capres-Wacapres di 2019, Jokowi Maruf.
H Muhidin juga ungkapkan bahwa saat ini yang dukung PAN ada 200 ribu lebih masyarakat yang terikat dengan disertai surat pernyataan isi pembukanya malah tertulis `Demi Allah’.
“Jadi mereka itu masih terikat dengan saya sebagai Ketua DPW PAN Kalsel.
Dan Kalsel inilah berbeda dengan daerah lain. Dari semua itu, jika saya diberhentikan sebagai Ketua DPW PAN, maka hilang dari 200 ribu yang telah terikat dengan saya,’’ ujar Muhidin.
Dari semua pula lanjutnya, dirinya sudah memberikan alasan-alasannya tentang situasi daerah ini dengan DPP.
“Terutama saya melihat keadaan politik di Kalsel dan saya menimbang kalau mendukung calon Prabowo, hanya berteman dua partai. Namun kalau saya bergabung dengan Capres Jokowi saya melihat kalau mereka menang, menang bersama dan kalah, kalah bersama pula,” beber Muhidin.
Diakui sikap bertentangan dengan partai itu sengaja dilakukan karena sesuai dengan mayoritas masyarakat Kalsel.
Ia khawatir PAN justru akan ditinggal oleh masyarakat setempat jika mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
“Sekali lagi, saya minta maklumi kepada DPP, kan saat ini saya diangkat ketua DPW untuk besarkan PAN,’’ ungkapnya lagi.
Terakhir disinggung soal pemecatan dari DPP atas sikapnya. Muhidin mengatakan “Tapi sampai sekarang saya belum menerima surat secara resmi,.'”(ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















