SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin menekankan Misi Dagang Internasional Kalsel 2025 harus memperluas jangkauan ekspor produk unggulan lokal pada sejumlah negara.
Muhidin dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat (20/6/2025), mengatakan misi itu menghadirkan komoditas unggulan dari Kalsel yang memiliki daya saing tinggi pada pasar global.
“Kegiatan ini menjadi tonggak penting memperkenalkan dan memperluas jangkauan ekspor berbagai produk unggulan Banua (Kalsel) ke kancah internasional,” kata Muhidin.
Misi dagang itu berlangsung di Jakarta mengenalkan potensi besar dari Banua mulai dari olahan perikanan, hasil perkebunan, mineral, kayu olahan, hingga kerajinan khas seperti Kain Sasirangan.
Tercatat 11 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan yang telah melalui proses kurasi turut ambil bagian pada pameran dan sesi penjajakan kerja sama dagang.
Gubernur Muhidin menegaskan Pemprov Kalsel mendukung sektor UMKM, antara lain melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk para mitra dagang dan investor yang ingin bekerja sama dan ingin memastikan Kalsel menjadi daerah yang ramah terhadap investasi dengan regulasi yang jelas, serta prosedur yang efisien,” tutur Muhidin dilansir dari AntaraNewsKalsel.
Namun, Muhidin mengingatkan jajaran Pemprov Kalsel agar berkoordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI pada misi dagang internasional masa mendatang untuk memastikan produk yang dipamerkan menarik pangsa pasar atau tidak.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengapresiasi komitmen Pemprov Kalsel mendukung sektor UMKM melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.
Fajarini mengungkapkan Kemendag menggelar rangkaian kegiatan Misi Dagang Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Jepang pada 9-13 Juni 2025 .
Diungkapkan Fajarini, kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan berbagai asosiasi, serta pelaku usaha pada berbagai kelompok produk.
Antara lain, energi terbarukan dan produk berkelanjutan yang meliputi sektor bahan bangunan, dekorasi rumah, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman, serta sektor lainnya yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar Jepang.
Kemudian, Kemenag juga menerima misi ekonomi dari Wakil Menteri Belanda yang menawarkan kerja sama pada bidang pertanian, maritim dan pengelolaan air bersih.
“Saya kira nanti juga bisa kita fasilitasi agar bisa bekerja sama dengan pihak Kalsel,” jelasnya.
Acara Misi Dagang Internasional Kalsel 2025 tutur dihadiri perwakilan dari kedutaan Negara Rusia dan para negara ASEAN, perwakilan Kadin Indonesia, jajaran pejabat Pemprov Kalsel, dan perwakilan wali kota/bupati se-Provinsi Kalsel.
Diketahui, Badan Pusat Statistik Provinsi (BPS) Kalsel mencatat nilai ekspor di provinsi setempat mencapai 800,19 juta Dolar Amerika Serikat (AS) pada periode Maret 2025. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















