SuarIndonesia – Dana sebesar Rp 2,5 miliar yang siap digelontorkan Kalsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, siap mendukung penuh 38 cabang olahraga yang telah diusulkan untuk dipertandingkan, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kalsel diselenggarakan pada tahun 2022. di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)
Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin menyayangkan pendanaan yang dialokasikan Pemprov Kalsel tersebut sangat minim.
“Salah satu penyebab prestasi olahraga kurang maksimal adalah minimnya alokasi dana untuk mendukung kegiatan,” katanya. Sabtu (11/12/2021)
Menurut Bang Dhin yang akrab disapa ini mengatakan, perencanaan yang matang sangat diperlukan karena tidak ada prestasi yang dapat dicapai dengan instan.
Melalui Porprov ini bisa dijadikan momentum untuk menyaring atlet-atlet berprestasi dan melihat cabang-cabang olahraga yang berprestasi.
“Dari Porprov ini lalu berikan prioritas dan fokus pada atlet dan cabang olahraga yang menunjukkan prestasi, begitu seharusnya.
Dilakukan pembinaan sedari awal, jangan pas mau lomba baru dikebut, memangnya mereka robot,” katanya
Bang Dhin juga mengatakan, Kemenpora RI menetapkan program prioritas dari tahun 2020 hingga 2024. Dua program prioritas ini adalah pembudayaan olahraga dan pembinaan prestasi.
Permasalahan dan pemasyarakatan olahraga untuk hidup lebih sehat dan bugar di kalangan masyarakat menjadi awal dari pembinaan prestasi.
Tanpa itu jangan harap ada talenta muncul untuk didorong menjadi atlet berprestasi yang membanggakan daerah maupun negara.
“Sebenarnya saya berharap olahraga jadi fokus di RPJMD. Salah satu visi adalah peningkatan kualitas SDM.
Misinya antara lain peningkatan prestasi atlet olahraga. Tapi dilihat saja nanti, apa akan dioptimalkan atau sekedarnya saja. Jadi, ya jangan berharap banyak prestasi olahraga Kalsel akan meningkat,” tutupnya
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebagai tuan rumah, pada gelaran event 4 tahunan semakin berbenah memaksimalkan persiapan dan pemantapan venue yang akan digunakan.
Sebagai informasi, dana hibah dari Pemprov Kalsel untuk Porprov di Tabalong pada 2017 lalu sebesar Rp 10 miliar. Artinya, tahun 2022 hanya 1/4 dari dana hibah sebelumnya.
Sementara itu, Wahyudi Rahman dari Komisi IV DPRD Kalsel mengaku kaget dengan nominal yang minimalis itu.
Ia berkomitmen akan memperjuangkan pendanaan porprov melalui mekanisme di legislatif.
“Kalau dibandingkan dengan alokasi dana hibah untuk porprov pada tahun 2017 yang digelar di Tabalong, sungguh jauh sekali.
Saat itu dana hibah yang digelontorkan Rp 10 miliar. Nah, yang ini cuma Rp 2,5 miliar, ini perlu di tinjau ulang” katanya.
Wahyudi Rahman bertekad memelopori teman-teman di legislatif untuk memperjuangkannya. Diirinya yakin, para anggota DPRD Kalsel lain juga akan kaget mengetahui jumlah dana hibah Porprov Kalsel XI tersebut.
“Nilai itu bahkan tak sampai separonya dari porprov sebelumnya. Padahal, untuk menggelar event olahraga bergengsi tingkat provinsi ini perlu dana yang mencukupi.
Agar para insan olahraga di Banua bersemangat, termotivasi, dan bersaing untuk prestasi. Sehingga, bisa berkompetisi di kancah nasional,” ucapnya.
Wahyudi menyatakan, ia akan mengusulkan kepada Komisi IV DPRD Kalsel untuk mengagendakan persoalan yang akhir-akhir ini mencuat dan menjadi sorotan publik.
“Jangan sampai, dengan minimalisnya dana hibah untuk dunia olahraga ini, akan memunculkan opini jelek di masyarakat.
Komitmen untuk memajukan olahraga dan melahirkan atlet-atlet andal, hanya setengah hati,” ujarnya.
Ia mengingatkan, prestasi olahraga Kalsel di tingkat nasional, dari tahun ke tahun terus merosot.
Terakhir, saat ajang PON XX di Papua, Oktober 2021 lalu, Kalsel tak menunjukkan prestasi membanggakan. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















