SuarIndonesia – SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin seperti sudah mati akal dalam menghadapi bau tengik yang keluar dari genangan yang ada di samping gedung sekolah.
Bukan tanpa alasan, hal itu dinilai mengganggu suasana belajar mengajar akibat genangan yang diduga berasal dari rembesan limbah hotel yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas pendidikan tersebut.
Namun ada juga kemungkinan lain, yakni genangan terjadi lantaran tak ada saluran pembuangan air. Atau, saluran air yang mampet.
Alhasil, air terkurung sekian lama alias mengendap di situ. Bahkan, menurut Kepala SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin, Widarini Febrianingrum, air yahg menggenang itu berwarna hitam dan berbuih.
Ia membeberkan, bahwa kondisi bau itu sudah tercium sejak tahun 2018 lalu.
“Berasal dari limbah atau sampah, kami tidak tahu. Tapi baunya cukup mengganggu anak-anak ketika belajar. Konsentrasi terganggu,” ucapnya, Senin (8/8/2022) siang.
“Kalau angin berembus kencang, baunya kian menyengat. Anak-anak terpaksa keluar kelas sebentar. Kalau anginnya reda, aman-aman saja,” tambahnya.
Menurut Febri, pihaknya sudah melaporkan kondisi yang dialami kepada pihak terkait. Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin dan Perumda PALD Banjarmasin.
Tak ketinggalan, manajemen hotel yang berdiri tepat di belakang gedung SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin.
“Kami tidak ingin berspekulasi macam-macam. Makanya kami undang saja sekalian. Agar kami bisa mengetahui darimana bau itu berasal. Dan yang paling penting ada solusinya,” harapnya.
Terpisah, Sekretaris DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono menjelaskan bahwa kondisi yang dialami pihak SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin itu sudah tergolong lama.
Dan pihaknya, sudah melakukan penanganan dengan memantau lokasi. Lalu, memerintahkan bidang pengawasan di DLH.
“Tapi, kami belum tahu laporan dari bidang pengawasan apakah ada kebocoran atau bagaimana. Nanti akan kami telusuri lagi,” ucapnya, Senin (8/8/2022).
Diungkapkan wahyu, untuk dugaan sementara, bau yang menguar itu diakibatkan dari berbagai aliran air. Kemudian menumpuk alias menggenang di situ.
“Sedangkan untuk sumbernya dari mana, ini akan kami lihat lagi melalui kawan-kawan di bidang pengawasan,” tekannya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















