MANTAN ASN tidak Setor ke Kas Daerah Penjualan Sapi

SuarIndonesia – Terdakwa Ahmad Romansyah mantan ASN (Aparatur Sipil Negara) pada Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kini duduk di kursi terdakwa pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin.

Pasalnya ia memperkaya diri sendiri dimana setoran Dana Pinjaman Kelompok Usaha Peternakan tidak disetor ke kas daerah.

Menurut JPU, Masdel Kahel dari Kejaksaan Negeri HSS yang menyeret terdakwa ke meja hijau, di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Yusriansyah yang tidak disetor ke kas daerah dari penjualan sapi yang menjadi kerugian negara dikisaran Rp 2 M lebih.

Seharusnya setoran tersebut sejak tahun 2011 sampai tahu 2016 dari hasil penjualan sapi yang di gaduh oleh peternak.

Sidang yang berlangsung secara virtual tersebut, Senin (20/6/2022), hanya membacakan dakwaan oleh JPU yang menyebutkan kerugian negara tersebut berdasarkan perhitungan BPKP selama lima tahun.

Dari hasil penjualan ternak yang digaduh oleh peternak tersebut, peternak mendapatkan bagian 65 persen sedangkan sisanya di setor ke kas daerah dan ini tidak dilakukan oleh terdakwa.

Atas perbuatan terakwa tersebut JPU mendakwa terdakwa melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana, untuk dakwaan primairnya.

Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana,(HD)

 180 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!