LONGSOR Timbun Jalan Nasional di Daerah Perbatasan

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembersihan jalan dampak longsor di Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Rabu (22/1/2025) secara gotong royong melibatkan aparat Polri, TNI dan masyarakat. (ANTARA/HO-BPBD Sambas)

Pembersihan jalan dampak longsor di Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Rabu (22/1/2025) secara gotong royong melibatkan aparat Polri, TNI dan masyarakat. (ANTARA/HO-BPBD Sambas)

SuarIndonesia — Bencana longsor kembali terjadi dan menimbun jalan strategis nasional di daerah kawasan perbatasan Indonesia – Sarawak, Malaysia, tepatnya di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

“Benar pagi tadi terjadi longsor sekaligus juga ada banjir di akses jalan nasional di Kecamatan Sajingan Besar,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita saat dihubungi di Sambas, Rabu (22/1/2025).

Ia menjelaskan jalan yang terdampak itu merupakan satu-satunya akses jalan ke pos lintas batas negara (PLBN) Aruk, Sambas.

Saat ini tengah dilakukan penanganan atau pembersihan jalan dengan alat berat. Penanganan didukung pihak kepolisian, TNI, pemerintah dan masyarakat setempat.

“Terjadinya longsor dan di kawasan lainnya di Kabupaten Sambas karena hujan ekstrem dengan intensitas curah hujan yang tinggi,” papar dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada saat berkendara di daerah yang berpotensi terjadi longsor dan banjir.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

“Mari bersama kita terus waspada menghadapi cuaca ekstrem seperti ini sehingga dampak bencana bisa kita hindari atau minimalisir,” kata Nisa mengutip AntaraNews.

Terkait banjir sendiri yang saat ini terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sambas, berdasarkan data BPBD untuk wilayah yang terdampak di empat kecamatan yakni Galing, Tangaran, Jawai Selatan, Paloh.

Ia menjelaskan, ada 3.379 KK terdampak, 2.691 rumah terendam, 47 unit fasilitas umum terendam dan 1 orang anak tenggelam di Kecamatan Galing. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca