SuarIndonesia – Sejarah baru, Erna Lisa Halaby pemimpin perempuan pertama di Kota Banjarbaru.
Menyusul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menetapkan kemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, Erna Lisa Halaby – Wartono, atas kotak kosong saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan kepala daerah Kota Banjarbaru pada Sabtu (19/4/2025).
Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, membacakan rekapitulasi dan penetapan ini Senin (21/4/ 2025) malam.
Pasangan calon nomor urut 1, Erna Lisa Halaby-Wartono, meraih 56.043 suara.
Nomor urut 2 kolom kosong tidak bergambar, jumlah akhir 51.415,” kata Andi Tenri Sompa, dikutip dari siaran YouTube KPU Kalsel yang dilansir Tempo.
Adapun jumlah suara sah dan tidak sah sebanyak 110.816, dengan perincian suara sah sebanyak 107.458 dan suara tidak sah sebesar 3.358.
KPU Kalsel menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) PSU Pilkada Kota Banjarbaru sebanyak 195.819 orang.
Erna Lisa Halaby-Wartono menang di Kecamatan Liang Anggang, Cempaka, dan Landasan Ulin. Sementara kotak kosong menang di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara.
Tenri menjelaskan bahwa KPU tidak membuat quick count atau hitung cepat, sebab telah ada aplikasi Si Rekap yang digunakan sebagai alat bantu hitung jajaran KPU.
“Tetapi bukan yang utama, yang utama KPU adalah hitung berjenjang dari TPS kemudian ke kecamatan kemudian ke tingkat Kota,” ujar Andi Tenri Sompa sebelumnya.
Data sebelumnya yang masuk 100 persen berasal dari 403 TPS -seluruh TPS PSU- yang dihimpun dari foto C-Hasil di TPS saat PSU 19 April 2025, seperti yang dihimpun oleh platform JagaSuara 2024, calon tunggal Lisa Halaby – Wartono menunjukkan keunggulan melawan kotak kosong.
Paslon 01 memperoleh 52,11 persen suara atau 55.943 suara. Sedangkan kotak kosong 47,89 persen atau 51.415 suara.
Sedangkan berdasarkan hasil penghitungan internal Dozer dan tim pemenangan, pasangan Lisa – Wartono menang atas kotak kosong, dengan mengantongi 51,43 persen suara.
Dengan semua itu pula, inis ebajar baru pemimpin perempuan Pertama di Kota Banjarbaru
Banjarbaru dikenal sebagai kota administratif yang baru resmi menjadi daerah otonom pada era Orde Baru.
Namun sejak didirikan hingga tahun 2024, kursi wali kota tak pernah lepas dari dominasi laki-laki. Mulai dari Baharuddin (1966–1970), Abd Gaffar Hanafiah (1970-1975), Abdul Moeis 1975-1981, Abdurahman 1981-1983, Edy Rosasi. 1983-1984
Kemudian Zawawi M Aini 1984-1986, Yuliansyah 1986-1990, Raymullan 1990-1993, Hamidhan B 1993-1998, A Fakhrulli 1998-2000, Rudy Resnawan 2000-2005, 2005-2010, Ruzaidin Noor 2010-2015, Nadjmi Adhani 2016-2020, Darmawan Jaya Setiawan 2020-2021 hingga Aditya Mufti Ariffin (2021–2024), kepemimpinan selalu berada di tangan pria.
Kemenangan Lisa Halaby mematahkan tradisi panjang itu.
Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar pencapaian individu, melainkan simbol dari pergeseran kultur politik yang mulai mengakui kapasitas dan peran strategis perempuan dalam memimpin. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















