LIMA PEMAIN Muda Brazil Datang ke Indonesia, Isu Naturalisasi Merebak

LIMA PEMAIN Muda Brazil Datang ke Indonesia, Isu Naturalisasi Merebak
(Grafis/Indosport)

SuarIndonesia – Kedatangan lima pemain muda asal Brasil secara bersamaan ke Indonesia mengundang tanda tanya, apakah mereka datang diundang PSSI, atau murni kepentingan klub Liga 1?

Jagat sepak bola nasional akhir-akhir tengah diramaikan dengan isu naturalisasi lima pemain asal Brasil. Media Malaysia, Vocketfc, dalam artikelnya menyebut PSSI membuka opsi naturalisasi pemain demi persiapan Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Tak ada angin, tak ada hujan, pada Agustus ini sepak bola Indonesia kedatangan lima pemain muda asal Brasil sekaligus. Kelima pemain itu adalah Pedro Henrique Bartoli Jardim, Hugo Guilherme Correa Grillo, Thiago Apolinario, Maike Henrique, dan Leozao.

Hal ini lantas mendapat sorotan dari berbagai pihak. Mereka curiga kedatangan pemain-pemain muda asal Brasil ini sebagai bagian dari strategi naturalisasi pemain untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Dilansir dari Indosport.com, konon, proyek naturalisasi ini adalah upaya untuk menambah kualitas Timnas U-19 di Piala Dunia U-20 2021. Bocoran ini muncul pada sebuah acara webinar oleh sebuah media nasional di kanal YouTube bulan lalu yang di dalamnya diikuti oleh Menpora dan ketua umum PSSI. Ada pula yang menegaskan jika ini kepentingan klub Liga 1.

Eks pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19, Fakhri Husaini, misalnya. Ia menyayangkan sikap PSSI dalam proyek naturalisasi ini, sebab menyiratkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan anak bangsa.

Dua pesepak bola muda Tanah Air, Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah menanyakan kepada Ponaryo Astaman selaku GM APPI, terkait pendapatnya soal program naturalisasi ini.

“Kalau gue nggak setuju sih, secara pribadi ya, dengan proyek naturalisasi ini, karena gue melihat masih banyak talenta-talenta Indonesia yang bagus-bagus,” ujar Ponaryo Astaman.

“Karena mereka main di Eropa, terus diindikasikan mereka lebih bagus? Kenapa tidak coba situasinya, angkatan Rendy yang main di sana (Eropa), daripada mengambil pemain muda di sana dibawa ke sini.”

Ponaryo Astaman memang turut mengikuti perkembangan pelatihan skuat Indonesia di luar negeri, salah satunya Garuda Select. Namun, perlu upaya lanjutan untuk itu.

Sebab, Garuda Select maupun program lainnya dari PSSI dan sponsor, umumnya hanya mengirimkan tim ke Eropa, bukan individu yang bersaing di tim profesional.

Rasa penasaran dari pemain, pelatih, serta asosiasi pemain wajar adanya. Sebab, kedatangan lima pemain asing ini terkesan sengaja tak digembar-gemborkan alias seperti ‘operasi senyap’, yang belum jelas arah tujuannya.

Jika memang bukan untuk dinaturalisasi, lalu untuk apa mereka datang ke Indonesia? Sebab, merujuk pada pernyataan Presiden Borneo FC, Nabil Husein, sampai saat ini belum ada informasi apapun dari PSSI terkait aturan penambahan pemain asing baru.

Kelima pemain itu saat ini tengah ikut berlatih bersama tiga klub Liga 1. Mereka adalah Pedro Henrique Bartoli Jardim, Hugo Guilherme Correa Grillo (Arema FC), Thiago Apolinario, Maike Henrique (Persija Jakarta), dan Leozao (Madura United).

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, belum lama ini juga mengungkapkan pihaknya belum terpikirkan untuk menggunakan pemain naturalisasi.

Pihak PSSI pun tak tinggal diam terkait isu ini. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri menegaskan pihaknya tidak ada kaitannya dengan kedatangan lima pemain muda asal Brasil. Bagi Indra hal itu murni urusan klub Liga 1.

“Kedatangan para pemain asing muda dari Brasil ini tidak ada kaitannya dengan PSSI. Itu urusan klub klub Liga 1. Pemain yang dipanggil Timnas Indonesia tentu harus berpaspor Indonesia,” kata Indra Sjafri.

Indra menambahkan, bila klub mendatangkan pemain asing, bukan ranah PSSI. Dia pun mengatakan PSSI tidak bisa mengontrol hal tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pembicaraan Shin dengan saya selaku dirtek dan saya belum ada komunikasi soal naturalisasi ke PSSI.”

Sebagai tim pelatih yang menangani tim nasional, pendapat dari Indra Sjafri ini tentu bisa dipegang karena dirinya juga ikut bertanggung jawab terhadap komposisi tim Indonesia di Piala Dunia junior tahun depan.

Pemain naturalisasi memang bukan barang baru bagi Indonesia. Namun, jika proyek tersebut diadakan untuk Piala Dunia U-20 2021 mendatang, maka hal tersebut patut disayangkan.

Saat ini tim junior Indonesia memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan di Asia. Berbeda dengan tim senior, tanpa perlu naturalisasi, mereka bisa bermain selevel dengan negara besar lainnya.

Apalagi, Indonesia juga sudah menggelar program Garuda Select sampai dua jilid. Bakat-bakat muda Indonesia mengalir tak ada habisnya mengalir menunggu untuk diasah.

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, belum lama ini juga mengungkapkan pihaknya belum terpikirkan untuk menggunakan pemain naturalisasi. Sejauh ini Shin masih percaya kepada pemain-pemain yang dipanggilnya mengikuti pemusatan latihan yang bakal segera dilakukan di Kroasia.(RA)

 197 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: