KOMPLEK Makam Raja Banjar Sultan Suriansyah Bakal Diperluas

SuarIndonesia – Kawasan Komplek Makam Sultan Suriansyah dikabarkan bakal diperluas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

Hal itu diketahui dari penjelasan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang mengatakan, bahwa rencana perluasan kompleks makam Raja Banjar itu sudah disampaikan Pemprov Kalsel kepada pihaknya beberapa waktu lalu.

Ibnu juga mengatakan, pihaknya sudah menghadiri ekspose untuk perluasan kawasan itu.

“Secara keseluruhan, memang ada disampaikan master plan-nya oleh Pemprov Kalsel,” ucapnya, seusai melakukan ziarah ke Sultan Suriansyah, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin, Senin (26/9/2022) pagi.

Diketahui, dalam Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin sendiri sudah menjadi tradisi untuk melakukan ziarah ke makam Raja Banjar Sultan Suriansyah.

Lebih jauh perihal rencana perluasan kawasan Komplek Makam Sultan Suriansyah. Ibnu menyatakan, bahwa pihaknya menyambut baik dengan adanya rencana itu.

Karena menurutnya, hal itu menjadi pendukung, karena akses jalan di kawasan tersebut sudah bagus. Lalu, di kawasan itu pula, sudah berdiri Jembatan Patih Masih atau Jembatan HKSN 1.

“Pembangunan akses jalan dan jembatan ini senada dengan rencana Pemprov Kalsel, yang hendak melakukan perluasan kompleks makam,” ujarnya.

KOMPLEK Makam Raja Banjar Sultan Suriansyah Bakal Diperluas (1)

“Sehingga nantinya, menjadi tempat yang nyaman bagi peziarah. Selain juga sebagai destinasi wisata berbasis religi,” tambahnya.

Ibnu menuturkan, pada tiga hari yang lalu, ia juga berziarah ke makam tersebut. Saat itu, ia melihat dan berbincang dengan peziarah.

“Ada yang datang dari Kalteng dan Kaltim. Yang datang ke sini, dari seluruh Nusantara,” tutupnya.

Adanya rencana perluasan kawasan Makam Raja Banjar itu juga diungkapkan oleh salah satu warga yang bermukim persis di samping kawasan kompleks makam. Namanya, Marhan.

Kakek 63 tahun itu tinggal di RT 08, Kelurahan Kuin Utara. Lokasinya hanya berbatas dengan pagar komplek makam.

Saat dibincangi, Marhan mengaku pernah mendengar adanya informasi bahwa kawasan lahan bakal diperluas. Lalu, meskipun hanya selentingan kabar, ia juga mengaku pernah mendengar bahwa pengukuran lahan sudah pernah dilakukan.

“Mungkin, sekitar dua bulan yang lalu. Kabar yang beredar, ada dua RT yang terdampak perluasan yaitu RT 08 dan RT 09,” ujarnya.

Bila informasi itu benar, maka menurutnya, kediamannya juga bakal terdampak.

Lantas apakah ia menyetujui perluasan kawasan makam itu?

Menurutnya, bila pemerintah menginginkan hal tersebut,, maka pihaknya hanya bisa pasrah alias mau tidak mau pindah ke tempat lain.

“Asalkan cocok saja biaya ganti ruginya,” ucapnya.

Hal itu diutarakannya bukan tanpa alasan, mengingat, lahan dan bangunan yang ia miliki, sudah ditempati secara turun temurun. Ia juga memiliki legalitas terkait tanah dan bangunan yang ditempati.

“Kira-kira rumah yang saya tinggali ini sudah lebih 250 tahun lebih. Tapi kalau pemerintah mau menjalankan program perluasan itu kita ngikut saja,” katanya.

“Tapi mungkin rencana itu masih lama. Bahkan lima tahun mendatang pun belum tentu. Tapi kalau sudah diukur dan diganti rugi, ya mau tidak mau,” tutupnya. (SU)

 467 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!