KOLABORASI untuk Indonesia Bersih, Ini yang Dilakukan Provinsi Kalsel

- Penulis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 16:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kolaborasi untuk Indonesia Bersih, dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) lakukan aksi bersih di lingkungan TPA Kabupaten Banjar.

Kemudian dikumpulkan dan ditimbang berat sampah. Di sana juga terlihat Mesin Gibrig adalah alat pemilah sampah otomatis yang dapat memisahkan sampah organik dan anorganik.

Ini berkaitan peringatan Peduli Sampah Nasional 2025. Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, H. Isharwanto dalam aksi bersih bersama warga di TPS 3R Kayuh Baimbai, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar Sabtu (15/2/2025).

Turut dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, Hanifah Dwi Nirwana; Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Fathimatuzzahra; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, HM Hilman dan jajaran forkopimda lainnya.

“Kalimantan Selatan saat ini dalam kondisi darurat sampah.

Karena beberapa TPAS di Kalsel, sudah tidak dapat mengelola sampah dengan metode Sanitary Landfill atau Controlled Landfill,” kata gubernur.

Menurutnya, jika semua sampah yang ditimbulkan oleh masing-masing orang langsung dibuang ke TPAS, tentunya beban TPAS akan sangat berat.

Saat ini, TPAS Cahaya Kencana Kabupaten Banjar sedang dalam proses revitalisasi, baginya agar dapat kembali mengelola sampah dengan metode yang sesuai.

Berdasarkan UU No.18 Tahun 2008 menyebutkan bahwa setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Dalam kesempatan itu, Isharwanto menegaskan bahwa wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

“Melalui momentum yang baik ini, mari kita mulai membiasakan untuk melakukan pengurangan sampah, pemilahan sampah, dan mengelola hasil pilah sampah, dimana sampah organik sisa makanan, daun-daun pepohonan diolah menjadi kompos,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah di KLH RI, Hanifah Dwi Nirwana membacakan sambutan tertulis dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Baca Juga :   MENGULAR! Antrean BBM Nonsubsidi

Rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 ini sebuah upaya dan peningkatan secara luas dari hulu ke hilirnya dalam menitikberatkan sampah terpadu.

“HPSN 2025 merupakan rangkaian panjang dari upaya pengelolaan sampah di Indonesia yang menyedihkan dan tidak boleh terulang, sebuah peristiwa TPA Leuwigajah.

Dan bertepatan 20 tahun terakhir yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat dan membuat banyak korban jiwa,” cerita Hanifah.

Peristiwa TPA Leuwigajah pada masa itu mengalami longsor besar yang menimbun dua desa, akibat penumpukan sampah dan curah hujan tinggi.

Hanifah menyebut itu titik balik dari pengelolaan sampah di Indonesia, sehingga menjadi atensi bagi pemerintah pusat.

“HPSN 2025 dalam rangka kampanye publik untuk mengajak seluruh masyarakat agar mencapai target pengelolaan sampah.

Dengan gaya hidup minim sampah, kemudian digelar aksi bersih. Ini langkah awal baik dalam mewujudkan desa yang menyesuaikan perubahan iklim,” pungkasnya.

Adapun Sekda Kabupaten Banjar, HM Hilman mengaku pihaknya telah meneguhkan komitmen dalam pengelolaan sampah maka aksi bersih ini juga mendorong desa bebas dari sampah tersebut.

Dalam kesempatan itu berterima kasih atas menetapkan Desa Indrasari, Kecamatan Martapura sebagai salah satu contoh desa dari ribuan desa di Indonesia.

“Alhamdulillah, Desa Indrasari dipilih oleh Kementerian Pemerintahan Desa yang bekerjasama Kementrian Lingkungan Hidup RI.

Sebuah kebanggaan, kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat menunjuk Desa Indrasari,” ucapnya. (AP/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14