Ketum FSKN Sempatkan Sambangi Ulama

Ketum FSKN Sempatkan Sambangi Ulama

Suarindonesia – Sultan Banjar Sultan H. Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah yang terpilih sebagai Ketua Umum Forum Silaturrami Keraton Nusantara (FSKN) sejak menjabat Bupati Banjar gemar menjalin silaturrahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat di mana di seluruh Indonesia. Sebagai pewaris Kerajaan Banjar, tokoh ini makin dikenal di jajaran elit nasional setelah berkecimpung di dunia bisnis dan memegang pucuk pimpinan FSKN.

Hampir semua wilayah nusantara telah dia kunjungi. Dan pada setiap kesempatan itu dia selalu menjalin silaturrahmi dengan raja atau sultan yang berada di wilayah itu.

Tidak terkecuali ulama dan tokoh masyarakat setempat di berbagai daerah, dia selalu menyambanginya. Sebagai ilustrasi, bagi orang kenal dekat dengan dia, akan mengetahui betapa kedekatannya dengan ulama kharismatik di banua, sebut saja Guru Sekumpul Zaini Abdul Ghanie, Tua Guru Besar (TGB) Muhammad Djazouly Seman atau yang dikenal Abah Anang.

Begitu pula ulama-ulama yang hanya tinggal di kampung namun punya nama harum ke berbagai penjuru. Di antaranya Tuan Guru Haji (TGH) Said Marzuki, salah satu ulama di Desa Dalam Pagar yang banyak dikenal orang dengan sebutan Abah Said.

Sejak belum menjabat bupati, Sultan Khairul Saleh sering berkunjung ke sana untuk silaturrahmi. Sehingga tatkala Abah Said wafat, Sultan Khairul Saleh menyisihkan waktu untuk melayat ke rumah duka langsung dari Jakarta hingga mengikuti prosesi pemakaman sampai akhir.

Meski tidak menjabat lagi orang nomor satu di Kabupaten Banjar, H.Khairul Saleh sebagai Sultan Banjar masih tetap menjalin silaturrahmi dengan tokoh ulama, tokoh agama maupun tokoh masyarakat di Kabupaten Banjar.

Belum lama ini, Sultan Banjar mengunjungi Tuan Guru Iban di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Kunjungan pribadi Sultan Khairul Saleh, untuk mewujudkan perasaan hormat dan adabnya terhadap ulama dan tokoh di wilayah Kabupaten Banjar. “Alhamdulillah, bila di Banjarmasin saya sempatkan menjenguk para tetuha maupun tuan guru di Kabupaten Banjar,” ungkap Sultan Khairul Saleh.

Kebiasaan menjalin silaturahmi dengan para tokoh agama maupun tokoh ulama ini, menurut Sultan Khairul Saleh, dilakukan dirinya sejak dulu. Sejak menjabat Kadis PU di Kota Banjarmasin, Bupati Banjar selama dua periode maupun sebagai Sultan Banjar.

“Alim ulama ini kan para pewaris Nabi, oleh sebab itu, setelah Nabi, Sahabat, Tabi’in sampai para wali Allah dan alim ulama memang pewaris Nabi. Esensinya adalah apabila kita menghormati para alim ulama, itu artinya kita juga menghormati para Nabi,” jelasnya.

Setidaknya selain mengunjungi langsung ke kediaman mereka, silaturrahmi juga dilakukan saat ada undangan acara perkawinan, atau acara kemasyarakatan lainnya di Kalsel. “Saya berusaha tetap menjaga silaturrahmi pada setiap keadaan apa pun,” ujarnya.(RA)

 569 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: