Kemarau, Permintaan Air Bersih Meningkat Capai 25 Persen

- Penulis

Senin, 26 Agustus 2019 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Memasuki musim kemarau tahun 2019 ternyata produksi air bersih PDAM Bandarmasih masih aman. Bahkan sungai kualitas air di Banjarmasin sudah asin tetapi sampai sekarang produksi air baku aman hanya saja memang ada peningkatan permintaan daerah luar Banjarmasin.

“Kalau data yang ada sekarang ini jumlah peningkatan permintaan termasuk masyarakat yang tadinya pemakai sungai dengan mulainya asin peningkatan permintaan sampai 20-25 persen dari jumlah produksi,’’ ucap Direktur Operasional PDAM Bandarmasih H Supian MT kepada awak media, di Banjarmasin, Senin (26/08/2019).

Ia mengaku tingkat keasinan di Intake Sungai Bilu sudah naik, tetapi hanya beberapa jam saja yang mencapai 250 liter/detik.

Namun dengan pasokan air baku Pematang Panjang dari Sungai Tabuk ahirnya kondisi produksi air tetap normal.

Jadi, katanya, kalau ada yang menyatakan tingkat keasinan menjadi ancaman untuk produksi air baku di Sungai Martapura masih belum dan sampai sekarang dalam kondisi aman.

Hal ini terbukti selama ini Intake Sungai Bilu masih dijalankan produksinya dengan sistem campuran ataun pengolahan di masing-masing Intake.

Supian juga memaparkan pada umumnya sekarang ini untuk daerah pinggiran lonjakan permintaan air terus bertambah.

Karena mereka yang awalnya menggunakan air sungai setelah asin jumlahnya permintaan terus meningkat, baik mereka meminta atau membeli tangki dan sistem jerigen. “Yang jelas selama ini jumlah peningkatan produksi mencapai 20 persen lebih,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr H Machli Riyadi mengakui, beberapa parameter sungai telah melampaui perhitungan kualitas air seperti BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), Merkuri, dan kadar e-Coli sudah tak layak dikonsumsi manusia.

“Mengonsumsi air sungai yang tercemar tentu memunculkan berbagai macam penyakit,” ujarnya.

Ironisnya lagi ketika air tersebut mengandung unsur-unsur tidak bersahabat bagi tubuh. Paling mengerikan, kata dia, adalah mercury yang biasa digunakan menambang emas. Mercury merusak kerja syaraf.

Baca Juga :   LANJUTKAN Perjuangan Pahlawan, Begini Pesan Ketua DPRD Kalsel

Dalam jumlah dan kadar tertentu, elemen kimia bersimbol Hg dan bernomor atom 80 itu pun akan memicu kanker.

Bahkan, ujar Machli, unsur biologi yang terkandung dalam air sebenarnya juga tak kalah seram. Contohnya bakteri e-Coli yang berasal dari kotoran manusia.

“Kandungan e-Coli dalam air juga bisa membuat fungsi hati terganggu. Lama kelamaan, mereka yang tubuhnya banyak terkandung e-Coli tersebut bisa terkena sakit hati atau hepatitis, terutama hepatitis A,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono menerangkan masalahnya hanya baku mutu air sungai. “Mudah-mudahan persoalan bisa cepat diatasi,” harapnya.

Bahkan tahun 2018, DLH telah melakukan pemantauan 10 titik sungai yang umumnya merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Banjarmasin. Seperti Sungai Pekapuran, Pemurus, Antasari, Martapura, Barito, Kuin, Surgi Mufti dan Kelayan.

“Ya pasti kalau kualitas air sungai menurun berpengaruh pengelolaan air bersih. Dan bila kualitas air yang Sungai buruk juga otomatis berpengaruh pada kehidupan masyarakat luas,’’ katanya.

Sebab di antara sungai yang tercemar umumnya merupakan urat nadi induk dari sungai. Hal itu menyikapi masyarakat Banjarmasin sering melakukan aktivitas di sekitar sungai, seperti mandi, cuci, kakus atau MCK.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek
RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka
PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin
POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Senin, 27 Juli 2026 - 15:50

GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:38

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15

POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10

PARKIR LIAR di Titik Rawan Kemacetan Ditertibkan

Berita Terbaru

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di podium China Open 2026, di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Minggu (26/7/2026). (Foto: @badminton.ina)

Internasional

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Jul 2026 - 23:31

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca