Suarindonesia – Koordinator Pinsar Kalsel, Syamsir, menjelaskan kelebihan produksi ayam broiler atau pedaging di provinsi ini setiap harinya hingga 50 ribu ekor atau 15 ton. Hal itu dikarenakan tidak terkendalinya day old chicken (DOC).
Selain itu, lanjut Syamsir, kelebihan stock juga dikarenakan berkurangnya pangsa pasar.
Sebelumnya Provinsi Kaltim dan Kalteng rutin didistribusikan ayam broiler dari Kalsel.
“Sekarang dua provinsi itu justru berubah menjadi sentral produksi ayam ras,” jelas Syamsir, Kamis (29/8) usai operasi pasar ayam pedaging di halaman Panti Asuhan Boor Hidayah, Sungai Andai, Banjarmasin Utara.
Operasi pasar yang dilaksanakan guna mengurangi stok ayam di tingkat pelaku usaha perunggasan. Sebanyak 5.000 ekor ayam dengan berat 1,5 kilogram perekor dan seharga Rp25 ribu diserbu warga.
“Operasi pasar ini kami lakukan untuk mengurangi kelebihan pasokan atau over stock ayam pedaging di tingkat peternak, sehingga harganya menjadi anjlok belakangan ini,” ucap Pelaksana harian Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.
Ia berharap dengan operasi pasar di tujuh titik ini bisa membantu mengurangi over stock yang dialami peternak Kalsel.
Jika tidak diambil langkah yang tepat maka mengancam para pelaku usaha perunggahan.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















