KEJATI KALSEL akan Didemo atas Kasus Dugaan “Perjadin” Fiktif di Kabupaten Banjar

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 01:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kasus “Perjadin” (Perjalanan Dinas) dugaan fiktif dilakukan oknum DPRD Kabupaten Banjar, telah  dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel).

“Ya sudah kita laporkan untuk memeriksa terduga pelakunya.

Namun belum menerima dari pihak Kejati terkait tindaklanjutnya.

“Kita juga siap mengelar aksi unjuk rasa di Kejati Kalsel, kata Din Jaya, Selasa (21/1/2025).

Dimana ada kasus sebelumnya sempat ditangani dan baru-baru ini terulang lagi dugaan perjadin fiktif ke Kalteng beberapa waktu lalu oleh oknum berinisial H.

Din Jaya, Ketua LSM Forpeban Kalsel menegaskan, pihaknya pada Kamis (23/1/2025) nanti, aksi unjuk rasa di Kejati Kalsel menuntut adanya tindaklanjut atas laporan.

Disebut, kalau sebelumnya pula terjadi kasus perjadin, namun tak tuntas sampai pengadilan.

Ini diduga dilakukan oknum di DPRD Kabupaten Banjar periode 2014-2019 dan periode 2019-2024.

Kasus sempat ditangani pihak Kejari Banjar, dengan penanggilan serta sejumlah oknum, berujung terhenti, dengan alasan jika menemukan bukti baru lagi, kembali disusut.

Namun hingga kini tak terdengar.

Dari itu pula, kembali terulang atas dugaan perjadin sama yang dilakukan oknum dalam perjalan ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dari catatan, kalau sebelumnya itu pengusutan dua kasus ditangani dan sementara dihentikan.
Lalu apakah muncul lagi disidik ?.

”Jika ada novum baru atau bukti baru kasus ini bisa kembali dibuka.

Baca Juga :   RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

“Ya kalau ada novum baru (fakta-fakta hukum yang baru muncul atau baru ditemukan), bisa kembali dibuka,” kata Kajari Kabupaten Banjar, yang dulu HM Bardan.

Bardan menjelaskan kasus ini dihentikan ketika ditahap lidik.

Sehingga tidak ada surat penghentian penyidikan (SP3).

Lebih lanjut Bardan, menjelaskan, bahwa alasan kasus ini dihentikan karena sudah melalui tahap pertimbangan dan ekspos.

Memang disampaikannya, ditengarai sudah ada kerugian uang negara akibat kasus tersebut sekitar sebesar Rp 480 Juta.

Penanganan dua kasus dugaan korupsi Perjadin anggota DPRD Kabupaten Banjar secara resmi dihentikan sebelum 22 Juli 2023.

Namun, apabila ada hal lain yang mungkin saja ada hukum baru, maka kasusnya akan dapat dibuka kembali,” jelasnya.

Terkait penanganan perkara kasus dugaan korupsi Perjadin anggota DPRD periode 2014-2019, dijelaskan masuk klasifikasi Perkara Penting (Pekating) karena kerugian uang negara yang dimunculkan diduga lebih dari Rp 1 miliar. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:14

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru

Perampok menodongkan pistol dan menggasak 13 HP di Kobar tertangkap CCTV. (Foto: Istimewa)

Kalteng

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:10