SuarIndonesia– Pimpinan dan Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan koordinasi strategis dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM guna mendorong perluasan akses energi di wilayah pelosok, Jumat (19/12/2025).
Fokus utama pertemuan ini adalah evaluasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan usulan peningkatan kuota bantuan untuk tahun anggaran 2026.
Hingga Desember 2025, realisasi program BPBL di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 1.868 sambungan dari total target 2.300 sambungan. Pihak DPRD optimis sisa target dapat segera dituntaskan.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, secara resmi mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan kuota bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu pada tahun 2026, khususnya bagi penduduk di daerah terluar dan terisolir.
DPRD menekankan pentingnya Dinas ESDM Kalsel untuk memperbarui data spasial wilayah yang belum terjangkau listrik minimal setiap tiga bulan.
Akurasi data menjadi syarat mutlak dalam pengajuan aspirasi dan penentuan kuota di tingkat kementerian.
Sementara itu, Kementerian ESDM melaporkan rasio elektrifikasi Kalimantan Selatan telah melampaui 99 persen.
Kendati merupakan yang tertinggi di regional Kalimantan, pemerintah tetap menargetkan elektrifikasi penuh (100%) melalui sinergi pembangunan infrastruktur dan program bantuan mandiri hingga 2029.
Pertemuan ini menegaskan komitmen legislatif dan eksekutif dalam menjamin hak masyarakat kurang mampu terhadap akses energi listrik sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















