Suarindonesia – Guna memeriahkan Hari Jadi ke 493 Kota Banjarmasin, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Banjarmasin mengangkat tradisi warga Banjar bernuansa budaya Islam
Kompetisi kasidah serta Maulid Habsy ditampilkan dalam pembukaan Banjarmasin Expo 2019, Jumat malam (20/9).
“Para pemenang memang grup yang masuk grand final, nanti akan dipilih pemenang pertama hingga ketiga,” ujar Ketua pembina kompetisi Lembaga Seni kasidah Indonesia (Laski), Hj Siti Wasilah, di sela – sela Banjarmasin Expo 2019, di Siring Menara Pandang.

Ia mengatakan festival budaya Kasidah dan festival Maulid Habsy tak harus ditampilkan saat – saat bulan maulud saja. Namun pada momen hari jadi di mana warga Banjarmasin yang hadir dan ingin melihat expo juga dapat menikmati kasidah dan Maulid Habsy.
“Malam ini ditampilkan budaya Islam kasidah remaja dan Maulid Habsy, tampilan ini diharapkan menghidupkan lagi budaya Islam,” kata Hj Wasilah.
Istri Walikota Hj Wasilah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Banjarmasin mengatakan, kasidah adalah seni budaya warga Banjar dahulu dalam mensyiarkan Islam.

Dikatakan, memang tadinya sempat booming bahkan menjadi hiburan favorit warga banua. “Tak ada salahnya mengangkat lagi kasidah dan kini sudah banyak juga lagu – lagu kasidah yang bagus,” ujarnya.
Jadi, Budaya Islam yang lainnya juga turut memeriahkan panggung expo 2019 lomba membaca Maulid Habsy. Mudah-mudahan kompetisi Laski dapat mendorong budaya Islam, katanya.
Dikatakan Siti Wasilah grup Maulid Habsy saat ini juga sangat baik. Bahkan dari tahun – ke tahun jumlah grup yang ikut kompetisi sebanyak 30 grup.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin berharap, kompetisi Laski ini juga untuk menjaring grup-grup berprestasi ke tingkat propinsi dan nasional tahun depan. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















