SuarIndonesia- Kampung yang sekian lama terisolir di Pariangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) “dijamah” melalui TMMD.
TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemda dan Komponen Bangsa lainnya,
Kegiatan ini juga sebagai upaya memberdayakan masyarakat dan desa dengan membangun dan merehab sarana dan prasarana wilayah dan fasilitas sosial/umum.

Kegiatan TMMD ke 110 Kampung Pariangan, resmi dibuka Bupati HSS yang dihadiri Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah bersama unsur Forkopimda HSS dan juga para tokoh agama,a tokoh masyarakat, yang dibukla sejak Selasa (2/3/2021) lalu.
Hingga hari ke 6 ini tanggal 8 Maret 2021 perkembangan pembuatan badan jalan sepanjang 1.300×6 meter sudah mencapai 26 %.
Dan bedah rumah telah mencapai 25 %, dengan melibatkan personel nyata di lapangan TNI AD 61 orang, TNI AL 2 orang, TNI AU 2 orang, Polri 5 orang, Pemda 10 orang dan masyarakat 30 orang.
Kampung Pariangan dengan jarak dari Banajarmasin, Ibu Kota provinsi Kalsel sekitar 185 Km dengan menempuh sekitar kurang lebih 5 jam.
Pelaksanaan TMMD ke 110 Kodim 1003/Kandangan akan dilaksanakan mulai tanggal 2 Maret sampai dengan tanggal 31 Maret 2021.
Kampung Pariangan merupakan salah satu kampung yang masuk ke Desa Batu Bini Kecmatan Padang Batung.
Kampung Pariangan mempunyai luas wilayah 203,93 Km², jumlah penduduk 2,057 jiwa terdiri dari laki-laki 1,047 jiwa perempuan 1,010 jiwa, penduduk mayoritas suku Banjar berjumlah 2.050 jiwa dan suku Jawa 19 Jiwa.
Mata pencaharian masyarakat mayoritas sebagai petani. Latar belakang pendidikan SD 20%, SMA 30 %, PT 10 %.
Secara Geografi luas wilayah kampung Pariangan Desa Batu Bini seluas 1,545 Ha terbagi dalam 5 RT dan 2 RW dengan batas wilayah sebelah utara Desa Madang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kampong Malilingan, timur dengan Kecmatan Loksado dan untuk sebelah barat berbatasan dengan Desa Durian Rabung.
Adapun sasaran TMMD ke 110 yang dilaksanakan Kodim 1003/Kandangan adalah sasaran fisik dan non fisik.
Untuk sasaran fisik berupa peningkatan jalan sepanjang 1.300 meter dengan lebar 6 meter sebagai jalan pendekat yang menghubungkan dua desa yaitu kampung Pariangan dengan desa Malilingin, Jalan yang semula merupakan jalan setapak dan akan dibuka menjadi jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 4.
Sasaran fisik lainnya pembuatan jembatan gelagar baja dengan ukuran 5 m x 6 m
jembatan yang semula bersifat sementara akan dirubah menjadi jembatan permanen.
Sasaran fisik tambahan pembuatan teras mushola, tempat wudhu dan gudang mushala.
Tidak berhenti disitu terdapat juga bedah 2 buah rumah milik masyarakat setempat agar memenuhi syarat kesehatan dengan ukuran 4mx6m atas usulan masyarakat dan juga pemerintah daerah.
Yakni milik Aran (59), seharinya petani dan Manasiah (74), juga petani.

Sedangkan untuk sasaran non fisik penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian.
Penyuluhan perikanan, sosialisasi penanggulangan bencana alam, membangun desa pariwisata, posyandu, Posbindu, stunting, sosialisasi tatib lalu lintas, sosialisasi sinergi.
Lainnya, promosi, literisasi masyarakat desa perairan dan pesisir, penyuluhan KB kesehatan dan dampak pernikahan dini serta kegiatan Bakti Sosial.
Jika dilihat dari aspek out come kegiatan sasaran fisik TMMD ini dari bidang Perekonomian mempunyai tujuan guna untuk mempermudah distribusi hasil pertanian, meningkatkan kesejahteraan (memangkas biaya produksi)
Bidang pendidikan memberi kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Bidang Kesehatan menciptakan lingkungan yang sehat menuju kepada produktivitas kerja.
Secara kualitas hidup meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME dengan keleluasaan beribadah.
Sementara itu untuk sasaran non fisik mempunyai tujuan untuk menumbuhkn kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Termasuk dalam pelaksanaan vaksinasi, menyadarkan masyarakat akan bahaya dan aktif dalam upaya tangkal radikalisme.
Dapat meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, memperbesar peluang tingkat kelulusan dalam proses rekrutmen TNI, menyadarkan masyarakat akan peranannya dalam pencegahan dan penanggulangan Bencal.
Danrem 101/Antasari. Brigjen TNI Firmasyah menyampaikan bahwa program TMMD ini tercipta akselerasi kecepatan pembangunan daerah.
Selain itu membuka daerah-daerah yang terisolir yang sekian lama tidak tersentuh.
“Pembangunan TMMD nantinya bisa di tindaklanjuti pemerintah daerah untuk peningkatan mutu berbentuk jalan di perkeras maupun pengaspalan.
Sehingga jalan dan jembatan yang dibuat bisa berfungsi secara maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















