KALSEL Provinsi Paling Cepat Tambah Kasus Positif COVID-19, Banjarbaru Tercepat Kematian di RI

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2020 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecepatan laju insidensi virus Corona provinsi di Indonesia.(Foto/ Tangkapan layar YouTube BNPB)

SuarIndonesia – Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 melihat laju insidensi untuk mengetahui penyebaran virus corona (COVID-19) di daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, per 19 Juli 2020 Kalimantan Selatan memiliki kecepatan laju insidensi Corona tertinggi, disusul DKI Jakarta.

Dilansir dari detikcom, Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan laju insidensi adalah jumlah kasus positif yang dibagi dengan jumlah penduduk di suatu daerah. Kecepatan laju insidensi juga menjadi indikator untuk menentukan zonasi Corona.

“Sama-sama nih jumlah kasusnya, misalkan sama-sama 50, tapi ternyata di daerah A penduduknya cuma 200 orang, sedangkan di penduduk B ini 120 orang. Tentu saja jika angka kasusnya sama, namun jumlah penduduknya lebih sedikit, angka laju insidensinya lebih tinggi pada yang jumlah penduduknya lebih sedikit,” kata Dewi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Rabu (22/7/2020).

Dewi mengatakan kecepatan laju insidensi bisa digunakan untuk Gunanya melihat daerah yang penambahan kasusnya lebih cepat, dan dipantau setiap minggunya.

Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan kecepatan laju insidensi tertinggi dalam sepekan terakhir.

“Ternyata provinsi yang kecepatannya lajunya paling tinggi yang pertama adalah Kalimantan Selatan, pekan terakhir ini ya, seminggu terakhir. Ini kita bandingkan pekan terakhir dengan pekan sebelumnya,” ujarnya.

DKI Jakarta berada di peringkat kedua kecepatan laju insidensi tertinggi. Disusul dengan Bali di peringkat ketiga.

“Yang kedua adalah DKI Jakarta dengan 17,8 per 100 ribu penduduk. Ketiga Bali, kita lihat oh berarti ada kecepatan nih di sana, penambahan kasusnya cukup berarti di pekan terakhir nih kalau kita lihat dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang lain,” tutur Dewi.

Selain melihat laju per provinsi, Satgas COVID-19 juga mengukur laju insidensi kabupaten/kota. Ada 5 kabupaten/kota dengan laju insidensi tertinggi.

“Peringkat pertamanya adalah Kota Jayapura. Ini sampai 59,7 per 10 ribu penduduk. Bisa jadi karena jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, penambahan kasusnya cukup banyak di sana. Kalau tadi provinsi 19 koma sekian, ternyata ketika dibuka kabupaten/kota tertingginya penambahannya sampai 59 per 100 ribu penduduk,” ungkap Dewi

Baca Juga :   KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG

“Kedua adalah Kota Semarang. Ternyata Kota Semarang penambahan kasusnya di pekan terakhir ini cukup tinggi dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Mungkin tidak setinggi Jayapura, tapi sekitar 50,4 per 100 ribu penduduk. Ketiga adalah Jakarta Pusat, keempat Bangli, kelima adalah Kota Banjar Baru,” imbuhnya.

Di sisi lain, Dewi menyebutkan ada 188 dari 514 kabupaten/kota yang tidak ada penambahan kasus Corona dalam satu minggu terakhir. Tim Pakar juga melihat laju insidensi kematian di kabupaten/kota untuk mengetahui pengendalian penularan di suatu daerah.

“Karena kan kalau angka positif berarti menunjukkan kecepatan penularan, tapi kalau angka kematian, bagaimana penanganan dan pengendalian yang ada di wilayahnya. Kecepatan laju kematian yang paling tinggi adalah Kota Banjarbaru, kedua adalah Kota Surabaya 3,8 per 100 ribu penduduk, ketiga adalah Kota Mataram, keempat Makassar, dan kelima Gresik,” ujar Dewi.

Dewi juga menyebutkan ada 409 kabupaten/kota yang tidak ada penambahan angka kematian COVID-19 dalam waktu satu minggu terakhir. Dewi pun meminta semua daerah tetap waspada dan tidak lengah menghadapi COVID-19.

“Ini masuk dalam indikator, untuk DKI Jakarta misalnya, karena memang dia sudah laju insidensinya sudah tinggi, kalau misalnya kita hanya mengitung ‘oh iya, dia masuk kategori tinggi’, nggak akan pernah berubah. Tapi dengan melihat kecepatan laju insidensi, kita fair melihat, ini nambahnya tinggi atau nggak. Karena kita bukan melihat titik di mana dia berada, tapi kecepatan dia naik atau dia tidak bertambah,” tandasnya.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla
HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:58

KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca