KALSEL Provinsi Paling Cepat Tambah Kasus Positif COVID-19, Banjarbaru Tercepat Kematian di RI

KALSEL Provinsi Paling Cepat Tambah Kasus Positif COVID-19, Banjarbaru Tercepat Kematian di RI
Kecepatan laju insidensi virus Corona provinsi di Indonesia.(Foto/ Tangkapan layar YouTube BNPB)

SuarIndonesia – Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 melihat laju insidensi untuk mengetahui penyebaran virus corona (COVID-19) di daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, per 19 Juli 2020 Kalimantan Selatan memiliki kecepatan laju insidensi Corona tertinggi, disusul DKI Jakarta.

Dilansir dari detikcom, Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan laju insidensi adalah jumlah kasus positif yang dibagi dengan jumlah penduduk di suatu daerah. Kecepatan laju insidensi juga menjadi indikator untuk menentukan zonasi Corona.

“Sama-sama nih jumlah kasusnya, misalkan sama-sama 50, tapi ternyata di daerah A penduduknya cuma 200 orang, sedangkan di penduduk B ini 120 orang. Tentu saja jika angka kasusnya sama, namun jumlah penduduknya lebih sedikit, angka laju insidensinya lebih tinggi pada yang jumlah penduduknya lebih sedikit,” kata Dewi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Rabu (22/7/2020).

Dewi mengatakan kecepatan laju insidensi bisa digunakan untuk Gunanya melihat daerah yang penambahan kasusnya lebih cepat, dan dipantau setiap minggunya.

Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan kecepatan laju insidensi tertinggi dalam sepekan terakhir.

“Ternyata provinsi yang kecepatannya lajunya paling tinggi yang pertama adalah Kalimantan Selatan, pekan terakhir ini ya, seminggu terakhir. Ini kita bandingkan pekan terakhir dengan pekan sebelumnya,” ujarnya.

DKI Jakarta berada di peringkat kedua kecepatan laju insidensi tertinggi. Disusul dengan Bali di peringkat ketiga.

“Yang kedua adalah DKI Jakarta dengan 17,8 per 100 ribu penduduk. Ketiga Bali, kita lihat oh berarti ada kecepatan nih di sana, penambahan kasusnya cukup berarti di pekan terakhir nih kalau kita lihat dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang lain,” tutur Dewi.

Selain melihat laju per provinsi, Satgas COVID-19 juga mengukur laju insidensi kabupaten/kota. Ada 5 kabupaten/kota dengan laju insidensi tertinggi.

“Peringkat pertamanya adalah Kota Jayapura. Ini sampai 59,7 per 10 ribu penduduk. Bisa jadi karena jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, penambahan kasusnya cukup banyak di sana. Kalau tadi provinsi 19 koma sekian, ternyata ketika dibuka kabupaten/kota tertingginya penambahannya sampai 59 per 100 ribu penduduk,” ungkap Dewi

“Kedua adalah Kota Semarang. Ternyata Kota Semarang penambahan kasusnya di pekan terakhir ini cukup tinggi dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Mungkin tidak setinggi Jayapura, tapi sekitar 50,4 per 100 ribu penduduk. Ketiga adalah Jakarta Pusat, keempat Bangli, kelima adalah Kota Banjar Baru,” imbuhnya.

Di sisi lain, Dewi menyebutkan ada 188 dari 514 kabupaten/kota yang tidak ada penambahan kasus Corona dalam satu minggu terakhir. Tim Pakar juga melihat laju insidensi kematian di kabupaten/kota untuk mengetahui pengendalian penularan di suatu daerah.

“Karena kan kalau angka positif berarti menunjukkan kecepatan penularan, tapi kalau angka kematian, bagaimana penanganan dan pengendalian yang ada di wilayahnya. Kecepatan laju kematian yang paling tinggi adalah Kota Banjarbaru, kedua adalah Kota Surabaya 3,8 per 100 ribu penduduk, ketiga adalah Kota Mataram, keempat Makassar, dan kelima Gresik,” ujar Dewi.

Dewi juga menyebutkan ada 409 kabupaten/kota yang tidak ada penambahan angka kematian COVID-19 dalam waktu satu minggu terakhir. Dewi pun meminta semua daerah tetap waspada dan tidak lengah menghadapi COVID-19.

“Ini masuk dalam indikator, untuk DKI Jakarta misalnya, karena memang dia sudah laju insidensinya sudah tinggi, kalau misalnya kita hanya mengitung ‘oh iya, dia masuk kategori tinggi’, nggak akan pernah berubah. Tapi dengan melihat kecepatan laju insidensi, kita fair melihat, ini nambahnya tinggi atau nggak. Karena kita bukan melihat titik di mana dia berada, tapi kecepatan dia naik atau dia tidak bertambah,” tandasnya.(RA)

 415 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: