KALSEL dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi 59.684 Ton

- Penulis

Kamis, 30 Mei 2024 - 19:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Fugo Hotel Banjarmasin, Kamis (30/5/2024). [ANTARA/Firman]

PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Fugo Hotel Banjarmasin, Kamis (30/5/2024). [ANTARA/Firman]

SuarIndonesia — Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 59.684 ton setelah pemerintah menetapkan alokasi sebesar 111.316 ton dari alokasi sebelumnya 51.632 ton sesuai Permentan Nomor 01 Tahun 2024 dan Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024.

“Rinciannya urea 47.224 ton, NPK 51.314 ton, dan pupuk organik 12.778 ton,” kata Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh saat Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Fugo Hotel Banjarmasin, dikutip dari AntaraNews, Kamis (30/52024).

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh membuka saat acara Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Banjarmasin. [ANTARA/Firman]
Tri menyampaikan pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan volume pupuk bersubsidi nasional pada tahun anggaran 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

Penambahan alokasi terhadap empat jenis pupuk ini ditetapkan sebesar 4.634.626 ton untuk Urea, 4.278.504 ton untuk NPK, 136.870 ton untuk NPK Formula Khusus, dan pupuk organik 500 ribu ton.

Dia menyebut kebijakan penambahan volume ini perlu disosialisasikan secara luas dan masif sehingga petani yang terdaftar dapat mengetahui dan menerima manfaatnya.

Selain itu pada pelaksanaan proses distribusi dan penyaluran atas tambahan volume alokasi pupuk bersubsidi ini harus diawasi dengan baik.

Penambahan alokasi ini bersamaan diimplementasikan penebusan pupuk bersubsidi yang semakin mudah bagi petani terdaftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), yaitu cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Penebusan pupuk bersubsidi bagi petani terdaftar dilakukan melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) yang sudah terimplementasi di sekitar 27.000 kios resmi di seluruh Indonesia termasuk Kalsel.

Petani diharapkan dapat menebus pupuk bersubsidi dengan mudah menggunakan KTP.

Petugas kios akan dengan sigap mendampingi dan mengawal proses penebusan pupuk bersubsidi yang selanjutnya pupuk tersebut dapat dimanfaatkan petani yang berhak sesuai dengan ketentuan.

i-Pubers menjadi solusi terdepan untuk memastikan ketepatan distribusi pupuk.

Inovasi digital ini tidak hanya efisien, tetapi juga membantu mengarahkan pupuk subsidi tepat pada sasaran.

Aplikasi i-Pubers merupakan inovasi hasil kolaborasi Pupuk Indonesia dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memudahkan petani dalam proses penebusan pupuk subsidi dengan menerapkan data yang terintegrasi di mitra distributor (kios) antara daftar penerima subsidi e-Alokasi dengan data stok pupuk yang ada di Pupuk Indonesia.

Tri menambahkan, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang yaitu 17 gudang Lini III untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Kalsel.

Selanjutnya terdapat delapan distributor pupuk subsidi dan empat distributor ritel dengan 283 jaringan kios/pengecer, serta didukung oleh 12 petugas lapang untuk memastikan semua petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi.

Baca Juga :   OMBUDSMAN Anugerahi Pemprov Kalsel 10 Terbaik Kepatuhan Pelayanan Publik se-Indonesia

Sejalan dengan penetapan kebijakan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 dan Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok di semua lini untuk mendukung kebijakan tersebut.

Per 27 Mei 2024, stok pupuk bersubsidi dan non subsidi secara nasional saat ini tercatat sebesar 2,02 juta ton.

Rinciannya untuk stok pupuk bersubsidi sebesar 1.331.541 ton atau setara 217 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu stok yang tersedia di wilayah Kalael 31.245 ton atau mencapai 1.520 persen dari ketentuan stok minimum.

Rincian stok pupuk bersubsidi ini, untuk urea sebesar 9.389 ton dan NPK sebesar 19.610 ton. Sedangkan jumlah stok urea nonsubsidi sebesar 703 ton dan NPK nonsubsidi sebesar 1.543 ton.

Sementara itu dari sisi penyaluran, sampai dengan 27 Mei 2024, Pupuk Indonesia telah berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 2,33 juta ton atau setara 24,5 persen dari total alokasi subsidi pupuk yang sebesar 9,55 juta ton secara nasional.

Rinciannya untuk pupuk urea sebesar 1,34 juta ton dan NPK sebesar 985.115 ton, NPK Formula Khusus sebesar 5.881 ton.Sedangkan untuk wilayah Kalsel, telah disalurkan sebesar 21.524 ton sampai 27 Mei 2024 yang terdiri dari urea 11.002 ton, NPK sebesar 10.522 ton.

Kegiatan sosialisasi kebijakan pupuk bersubsidi di Banjarmasin merupakan kolaborasi antara Pupuk Indonesia, Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Ombudsman, dan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri.

Hadir 250 peserta yang berasal dari Kepala Dinas Pertanian tingkat kabupaten atau kota, Tim Verval Kecamatan, para distributor, perwakilan pemilik kios dan perwakilan ketua kelompok tani.

Foto bersama peserta Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Banjarmasin. [ANTARA/Firman]
Selain menyimak sosialisasi dari para pemateri, saat pembukaan peserta juga mendapatkan arahan dari Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Imam Wahyudi, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dida Gardera serta pimpinan Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel
PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar
KORBINMAS BAHARKAM POLRI Cek Kendaraan dan Alusista di Polda Kalsel
PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin
DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru
KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik
LAKALANTAS MAUT di Traffic Light Sultan Adam, Renggut Nyawa Seorang Ibu Dibonceng Anaknya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca