Suarindonesia – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS Kalsel) , Diah Utami memaparkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang bulan April 2019 terjadi kenaikan dari bulan sebelumnya.
TPK bulan April 2019 sebesar 55,01 persen atau naik 0,58 poin dibanding TPK bulan Maret 2019 sebesar 54,43 persen.
Dibandingkan dengan TPK pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu April 2018 yang sebesar 60,08 persen, terjadi penurunan sebesar 5,07 poin.
Diuraikan dia berdasarkan klasifikasi hotel bintang, pada bulan April 2019, TPK tertinggi dicapai oleh kelompok hotel bintang 4, yaitu sebesar 61,10 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 2 sebesar 46,13 persen.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya, klasifikasi hotel bintang 2 mengalami kenaikan sebesar 18,71 poin, klasifikasi hotel bintang 1 naik sebesar 9,01 poin, klasifikasi hotel bintang 3 turun sebesar 0,96 poin, sedangkan klasifikasi bintang 4 terjadi penurunan sebesar 4,37 poin.
Penurunan hunian ini diakui pengelola hotel. Penurunan terjadi karena momen bulan ramadan. Kendati demikian, hotel terbantu dengan kegiatan buka puasa bersama.
Di dunia perhotelan orang menyebutnya Revenue Food and Beverage artinya pendapatan dari sektor makanan dan minuman.
Baik hotel bintang dua, satu, maupun hotel bintang empat sekalipun.
Hal ini dijelaskan oleh Revenue Analyst Novotel Hotel Banjarmasin di Banjarbaru, Dita Oktantia, Senin (10/6).
Dijelaskan dia, hunian hotel bintang empat justru cenderung menurun pada bulan April dan Mei sekalipun puasa.
“Data kami di Novotel tingkat hunian di Maret 72 persen, sementara April turun 52 persen dan Mei turun lagi di posisi 42 persen,” kata Dita Oktantia.
Menurutnya, turunnya hunian di bintang empat itu karena masa liburan dan fokus ke pemilu dan kampanye. “Di bintang empat justru turun. Mungkin kalau bintang dua naik itu pas musimnya mereka kali,” kata dia.
Tapi dia masih bertahan dan bersyukur, sebab guna menutupi hunian yang turun ada pemasukan dari Reveneu Food And Beverage.
“Ya di momen Ramadan kemarin Revenu Food And Beverage dikisaran 400 orang termasuk pemesanan meeting room. Sementara hari biasa, paling 300 orang,” kata dia.
Untuk hunian terbanding terbalik dengan hotel bintang tiga dan bintang dua.
GM Fave Hotel Banjarbaru, M Taufiq Akbar, menyebutkan syukur alhamdulillah trennya naik di hunian pada April.
” Penyebabnya dikarenakan untuk perusahaan-perusahaan akan menyediakan training atau meeting sebelum bulan puasa di bulan may yang 1 bulan penuh. Jadi kenaikan ya Hampir 5 % dibanding tahun lalu,” kata dia.
Taufiq Akbar juga menyebutkan ada impact juga dari tiket pesawat yang lumayan mahal saat ini tanpa bagasi. “Jadi orang lebih banyak meeting didalam kota,” sebutnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















