GUBERNUR KALSEL Usul pada MBG Serahkan ke Pihak Sekolah

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diserahkan kepada pihak sekolah tanpa melalui pihak ketiga demi efisiensi anggaran dan tepat sasaran.

“Tadi saya sampaikan melalui perwakilan Bappenas dan Kemendagri agar usulan kami dipertimbangkan oleh pusat agar yang mengerjakan MBG adalah pihak sekolah, tidak melalui pihak ketiga penyedia makanan,” kata Muhidin dalam Musrenbang RPJMD 2024-2029 Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Senin (5/5/2025).

Menurut dia, jika melalui pihak ketiga maka akan terlalu banyak anggaran yang terpotong.

Namun, jika langsung diserahkan ke pihak sekolah, dana bisa lebih efisien dan tepat sasaran sesuai kearifan lokal di daerah tersebut.

“Daerah lebih paham kebutuhan anak-anak. Misal beberapa daerah di Provinsi Kalsel memiliki menu lokal, ada ikan haruan, ikan papuyuh, ini kan menu bergizi lokal bisa menjadi alternatif Program MBG di Kalsel,” ujarnya.

Muhidin khawatir jika terlalu banyak melibatkan pihak ketiga, anggaran akan semakin boros, anggaran akan membengkak untuk membayar pihak ketiga.

Sementara jika diserahkan langsung ke pihak sekolah, anggaran lebih optimal dan dapat menjangkau lebih banyak anak sekolah.

Baca Juga :   KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Dalam pelaksanaannya,  kepala daerah dan aparat terkait melakukan pengawasan secara ketat. Sekolah akan menyediakan menu yang sesuai selera siswa namun tetap memperhatikan gizi sesuai standar.

Muhidin dikutip Antara menuturkan, misal dana MBG Rp 20.000 per porsi, jika dana ini sepenuhnya diserahkan ke pihak sekolah, kemungkinan besar potongan itu hampir tidak ada karena sepenuhnya untuk siswa tanpa banyak pengeluaran membayar pihak ketiga.

“Karena itu, kami meminta perwakilan kementerian dapat membahas permintaan Provinsi Kalsel ini kepada pihak terkait di pusat sehingga Program MBG lebih efektif dan efisien,” ujar Muhidin. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru