GILIRAN REMAJA Jadi Target Vaksinasi Mulai 26 Juli

GILIRAN REMAJA Jadi Target Vaksinasi Mulai 26 Juli

SuarIndonesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bakal menggelar program vaksinasi untuk kalangan remaja yang berusia 12 tahun ke atas.

Dari surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, program vaksinasi tersebut rencananya dilakukan pada tanggal 26 Juli sampai dengan 30 Agustus 2021.

Sayangnya, pelaksanaan program vaksinasi tersebut masih terkendala dengan ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Banjarmasin, yang saat ini masih belum tersedia.

Saat ditemui awak media, Machli Riyadi mengatakan, program itu baru bisa dijalankan apabila vaksinnya sudah ada, dan saat ini pihaknya masih menunggu pasokan vaksin dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Jumlah yang kami usulkan itu sebanyak 25.000 vial. Kami masih menunggu vaksinnya. Kalau sudah ada, vaksinasi akan dilakukan sesegeranya,” ucapnya, Rabu (21/7/2021) siang.

Lebih jauh. Machli mengatakan, program vaksinasi ini menyasar kalangan pelajar. Atau umumnya mereka yang saat ini berada di sekolah yang menggelar PTM.baik sekolah negeri maupun swasta.

Untuk itu, Machli pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

“Pelaksanaan vaksinasi itu pun nantinya digelar di sekolah. Artinya, mereka tidak ikut bergerombol di tempat vaksinasi massal yang digelar atau mendaftar di puskesmas,” jelas Machli.

Di sisi lain. Machli juga menekankan, program ini nantinya juga mesti mendapat persetujuan orang tua atau wali murid. Ia berharap besar program tersebut bisa disetujui.

“Nantinya, kami akan mengirimkan form kepada orang tua melalui guru atau pihak sekolah. Nantinya, form itu ditandatangani orang tua, menyetujui anaknya untuk divaksin,” jelasnya.

Ditanya perihal dosis, Machli menyebut bahwa sama seperti dosis orang dewasa. Vaksin dan dosis yang dipakai pun sama. Yakni vaksin jenis sinovac.

“Orang tua yang tidak setuju, kami edukasi dulu betapa pentingnya vaksinasi. Anak yang tidak bervaksin, tentu beresiko tinggi terpapar Covid-19,” jelasnya.

Lantas bagaimana nasib remaja yang putus sekolah untuk bisa mendapatkan vaksinasi?

Terkait hal itu, mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu menuturkan, pihaknya mempersilahkan para remaja yang putus sekolah tersebut datang ke Puskesmas berdasarkan domisili.

“Sedangkan bagi remaja umum atau yang putus sekolah tapi ingin divaksin, bisa mendatangi puskesmas. Dengan syarat membawa kartu keluarga,” tutupnya. (SU)

 387 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: