FENOMENA NAMA JALAN, Godaan “Ambung Bakul”

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Fenomena memberi nama jalan dengan nama pahlawan, tokoh atau orang ternama, sudah ada sejak dulu.

Lajimnya orang tersebut sudah meninggal dunia, sehingga nama dengan segala ketokohannya, diabadikan menjadi nama jalan.

Yang terbanyak tentu saja nama pahlawan. Nama Ahmad Yani, atau Gatot Subroto, mungkin menjadi nama jalan terbanyak dan terpanjang jalannya, dibandingkan tokoh lainnya.

Sekarang muncul fenomena baru, bukan lagi nama tokoh atau orang yang dianggap tokoh yang sudah meninggal dunia dijadikan nama jalan, namun orang yang masih hidup.

Biasanya seorang yang menjabat sebagai kepala daerah dan masih aktif.

Apalagi karena banyak anak buah yang suka memuji, “maambung bakul” setinggi langit, maka tawaran dengan alasan sebagai kenangan, akan datang dengan segala argument yang sulit ditolak.

Apa konsekuensi menjadikan nama jalan atas orang yang masih hidup, terutama nama pejabat atau kepala daerah?.

Dikarenakan masa beredarnya di muka bumi masih berlangsung – sebab masih hidup, maka sangat dimungkinkan orang tersebut melakukan hal-hal yang dianggap salah, baik salah secara hukum, secara adat atau pun agama.

Sehingga yang semula dianggap mulia dan terhormat, seketika hina dina tak bermakna.

Yang semula dipuja-puji dan disanjung, tetiba ternistakan, tidak ada tempat bagi namanya di jajaran orang terhormat dan mulia.

Kalau terlanjur menjadi nama jalan, akhirnya justru dikenang sebagai orang hina, dan nama jalan tersebut tidak lagi menjadi nama kebanggaan yang layak dikenang.

Baca Juga :   DITINJAU Gubernur Muhidin dan Forkopimda PLTU Asam-asam

Karenanya, memang lebih arif dan bijaksana kalau yang bersangkutan masih hidup, masih terlibat dalam dinamika hiruk pikuk kehidupan yang penuh ketidak pastian, sebaiknya bersabar untuk tidak gegabah, tidak terburu-buru, apalagi “nafsu”, untuk diabadikan namanya menjadi nama jalan.

Godaan menjadi orang ternama memang terkadang membutakan mata.

Pun godaan ingin dikenang sebagai orang hebat, dianggap sukses melakukan ini dan itu, mudah datang penuh pujian “ambung bakul”.

Namun percayalah, lebih baik bersabar, karena kemuliaan yang dipaksakan, sebenarnya semu, bahkan berpotensi hina-dina.

Masih banyak nama tokoh hebat mendunia yang sudah meninggal dan layak dikenang – diabadikan menjadi nama jalan, sebut saja misalnya Anang Ardiansyah, Djohan Effendi, atau nama lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

{Oleh: Noorhalis Majid/  Ambin Demokrasi)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca