DLH BANJARMASIN Ambil Sampel Kedua di Sungai Lulut, Terkait Perubahan Warna Air

- Penulis

Kamis, 12 Agustus 2021 - 23:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tiga orang petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terlihat mengambil sampel air sungai di aliran Sungai Lulut.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan lantaran adanya perubahan drastis yang terjadi pada warna air di sungai tersebut. Awalnya berwarna kuning kecoklatan, kini berubah menjadi hijau tosca.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan DLH Kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, pengambilan sampel kali ini merupakan yang kedua kali dilakukan oleh pihaknya.

Sebelumnya, pihaknya juga mengambil sampel di aliran Sungai Martapura, tepatnya di depan Siring Piere Tendean, Banjarmasin.

 

 

DLH BANJARMASIN Ambil Sampel Kedua di Sungai Lulut, Terkait Perubahan Warna Air (2)

 

 

Karena air sungai yang masih digunakan sebagai jalur transportasi bagi sebagian warga Banjarmasin ini juga sempat berubah warna menjadi hijau tosca. Namun kini sudah normal kembali. Sekarang giliran aliran Sungai Lulut yang berubah warna.

“Di Siring kemarin, cuma mengukur kualitas air dari kadar oksigen terlarut di air saja. Namun dalam perkembangannya, ada masukan dari ahli yang meminta kita juga mengukur parameter lain,” ucapnya saat ditemui awak media udai pengambilan sampel air di Shelter Air Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (12/08/2021) siang.

Parameter tambahan yang ia maksud tersebut adalah kandungan zat Amonia, Nitrit, Mangan, Besi dan Aluminium. Selain itu, pihaknya juga mengukur parameter PH, BOD, COD dan DO atau kadar oksigen terlarut dalam air.

“Makanya kali ini kita mengambil sampel di Sungai Lulut, karena aliran sungai ini yang masih berwarna hijau tosca. Sampel ini kami bawa untuk diuji ke laboratorium kesehatan milik Pemprov (Pemerintah Provinsi),” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti apa yang membuat warna air berubah. Apakah ada kandungan zat tertentu yang terlarut dalam air atau hanya pengaruh perubahan fitoplankton serta tumbuhan yang ada di dasar sungai.

Baca Juga :   DUA PENDULANG EMAS Tewas Tertimbun Pasir

 

 

DLH BANJARMASIN Ambil Sampel Kedua di Sungai Lulut, Terkait Perubahan Warna Air (3)

 

 

“Makanya kita ambil sampel air di permukaan, tengah dan dasar sungai, untuk hasil pastinya akan kita ketahui setelah uji lab selesai,” ungkapnya.

“Waktu pengambilan sampel pertama kemarin itu warna airnya putih. Jadi kemungkinan warna hijau yang terlihat itu merupakan pantulan warna dasar,” tukasnya.

Dituturkan, tahun kemarin oksigen terlarut memang rendah di saat musim-musim seperti sekarang, yakni sekitar 1 mg sedangkan normalnya untuk air sungai adalah 6 mg per liter.

“Tahun ini lebih rendah kadar oksigen terlarutnya, karena di tahun kemarin itu 2 mg, namun kondisi ini sebenarnya fluktuatif (bisa berubah kapan saja). Sampai sekarang Kita masih belum tahu penyebab pasti penurunan kadar oksigen terlarut air ini. Makanya perlu penelitian lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu petugas UPT Lab Lingkungan, DLH Banjarmasin, yang mengambil sampel di aliran sungai tersebut, Nofianor Elferianto menjelaskan, pengambilan sampel ini dilakukan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sesuai permintaan, sampel yang kita ambil tadi hanya air sungai di bagian kiri dan kanan. Tepatnya setengah dari kedalaman sungai,” ujarnya.

Menurut pengamatannya, kondisi perubahan warna air sungai yang sekarang ini terjadi masih dalam kondisi aman. Walaupun warna asalnya memang keruh dikarenakan di bagian hulu sering terjadi hujan.

“Tapi untuk memastikan kandungan air ini aman atau tidaknya untuk dikonsumsi, kita harus menunggu hasil uji labnya dulu,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Rabu, 1 April 2026 - 22:27

SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Berita Terbaru

Internasional

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 Apr 2026 - 16:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca