SuarIdonesia – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafari, meyakini capaian invetasi 2021 mampu memenuhi target.
Ia menyebut masih menunggu laporan dari pemerintah pusat untuk triwulan 4. “Biasanya kami menerima laporan triwulan 4 akhir Januari,” ujar Nafarin.
Melihat capaian sampai triwulan ketiga Rp 9,4 triliun, besar harapan pada triwulan keempat dapat tercapai, sehingga target Tahun 2021 pun terpenuhi.
“Kita optimis bahwa investasi Kalsel Tahun 2021 akan terpenuhi target 11,8 triliun, mudah-mudahan akan lebih dari angka itu,” lanjut Nafarin.
Ia menyebut tahun 2022 ini target investasi Kalsel kembali dinaikkan. Jika target tahun lalu 11,8 triliuan, maka tahun ini menjadi Rp 13 triliun.
Meski meningkat, Nafarin tetap optimis tahun depan banyak investasi baru yang masuk Kalsel.
Tahun ini bakal masuk kegiatan pertambangan batubara dengan sistem underground oleh PT. Qinfa Mining Industry. Penambangan emas juga akan dilakukan oleh PT. Pelsart Tambang Kencana di Sungai Durian Kabupaten Kotabaru.
Tahun ini juga direncakan perusahaan Jhonline Gurp akan menambah investasi sebesar Rp2 triliun dari smelter bijih besi.
Selain itu, juga ada rencana dari PT. Enam Sembilan terkait rencana pendirian fasilitas gasifikasi untuk konservasi batubara Seperti dimethyl ether (DME) kerja sama dengan Air Products & Chemicals.
Perkiraan investasi tersebut Mencapai Rp 210 Triliun (tersebar di Kalimantan, Sumatera, Maluku, dan Papua).
Kemudian, dari PT. Kalimantan Refinery Petrochemical yang saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan / tanah untuk pembangunan kilang minyak bumi.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















