SuarIndonesia – Masing-masing pemerintah daerah seperti Provinsi, Kabupaten dan kota terkadang mempunyai data yang berbeda terkait perumahan dan permukiman.
Oleh karena itu, program yang dilaksanakan bisa saja tidak padu antar pemerintah daerah.
Hal ini juga diakui Kepala Dinas Perumauan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Kadisperkim) Kalsel, Mursyidah Aminy.
Untuk itu ia menawarkan satu proyek perubahan agar semua data tersebut sinkron. Jika data sinkron maka penyelengaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman lebih efektif, efisiensi dan akuntabel.
Mursyidah menawarkan proyek mengubah dan menjadikan informasi perumahan itu menjadi satu kesatuan.
Dia menemukan solusi dan membuat satu proyek perubahan dengan diberi nama “Sistem Informasi Perumahan dan Kawasan Permukiman Bagi Masyarakat Di Provinsi Kalimantan Selatan” atau disingkat SIM_PKPMas.
“Sejauh ini data perumahan belum tersingkronisasi. Baik yang ada di pemprov maupun kabupaten kota.
Kita harapkan dengan lahirnya aplikasi ini bisa menjembatani pencarian data secara akurat dan real time berapa banyak perumahan dan Kawasan permukiman di Kalsel,” kata Mursyidah Aminy, baru-baru tadi.
Ia menambahkan, sistem data ini akan mempermudah sekaligus mengetahui berapa banyak rumah yang sudah dibantu subsidi dan tidak dan lokasi perumahan layak huni dan tidak.
“Jangan sampai bantuan dari pemerintah untuk perumahan tumpang tindih. Data ini bisa diklik oleh siapa saja yang memerlukan.
Data ini pun diharapkan bisa tersingkronisasi antara data Kabupaten kota se Kalsel secara realtime, ” urai Mursyidah.
Menurut Mursyidah program yang ia tawarkan tak mungkin bisa berjalan jika tidak mendapat dukungan dinas kabupaten kota.
Mursyidah Aminy mengaku proyek perubahan ini sudah diajukan menjadi proyek perubahan dalam Diklatpim nya selama tiga bulan dan telah menjadi tugas akhirnya.
“Tentu kami laksanakan langusng proyek perubahan ini,” sebut Mursyidah Aminy.
Mursyidah Aminy menyampaikan Inovasi SIM_PKPMas dilatarbelakangi kondisi data perumahan dan kawasan permukiman yang kurang akurat, sehingga menghambat efektifitas pelaksanaan program program perumahan dan kawasan permukiman.
“Atas dari hal tersebut diperlukan adanya suatu system informasi yang terintegrasi. Karena itu, SIM_PKPmas dikembangkan sebagai salah satu upaya dalam menyajikan data yang tepat, cepat, akuntebel, dinamis dan terintegritas antara Pemprov Kab./Kota se-Kalsel dan Kementerian PUPR, ” kata perempuan yang pernah menjabat Kabid Ciptakarya dinas PUPR Kalsel itu.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















