SuarIndonesia – Puluhan warga terlihat antusias mengantri saat petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menggelar Pekan Gebyar Vaksinasi Covid-19.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, di hari pertama pelaksanaan vaksinasi massal kali ini sangat dinantikan oleh masyarakat terutama yang tergolong lansia (lanjut usia).
Ia menjelaskan bahwa pekan gebyar vaksinasi dilakukan secara serentak di delapan masjid yang ada di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Targetnya adalah lansia, ASN, pelayan publik, guru, dosen, ustadz/ustadzah serta pengelola tempat ibadah.
“Mereka (target vaksinasi) yang bervaksin malam ini adalah warga yang belum sempat bervaksin di puskesmas,” ucapnya pada awak media di sela pemantauannya di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Jumat (23/04/2021) malam.
Ia menjelaskan, kegiatan yang diharap menjadi pembentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat ini akan diselenggarakan sampai tanggal 30 April 2021.
“Dengan dilaksanakannya vaksinasi selesai salat tarawih ini, kita harapkan bisa menjaring pra lansia dan sasaran vaksinasi lainnya secara maksimal,” ujarnya.

Selama satu pekan pelaksanaan, pihaknya menyediakan sebanyak 420 vial vaksin yang bisa diberikan kepada 4200 orang yang jadi sasaran vaksin di delapan tempat, ditambah satu gereja yang akan dilaksanakan vaksinasi pada Minggu (25/04/2021) nanti.
“Dalam satu hari, kita menurunkan satu tim yang berisi enam orang petugas kesehatan di setiap masjid yang jadi tempat vaksinasi massal. Minimal kita bisa menjaring paling tidak 500 orang seharinya dari program ini,” ungkapnya.
Karena dilaksanakan di tempat umum, agar pemberian vaksin tersebut tepat sasaran. Pihaknya akan lebih mengetatkan proses skrining yang dilakukan petugas.
“Di meja satu kan ada pendaftaran, di sana nanti akan ditanya mengenai usia, pekerjaan serta domisili dari calon penerima vaksin,” ungkapnya.
Kemudian, ia menambahkan. Khusus untuk lansia, pihaknya tidak membatasi domisili dari yang bersangkutan. Hingga lansia yang tinggal jauh atau berdekatan dengan masjid tempat pelaksanaan vaksinasi bisa lebih mudah dalam bervaksin.
“Orang mana pun yang ingin divaksin asal itu lansia, maka akan kita berikan,” tukasnya.
Disamping itu, ia menjelaskan, bahwa program tersebut merupakan salah satu metode yang dijalankan Dinkes dalam memenuhi target capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.
“Karena target lansia kita masih sangat rendah. Dari target awal sebanyak 55.720 lansia, tapi sekarang baru 11 persen. Jadi kita berharap upaya ini dapat mendongkrak tingkat vaksinasi. Khususnya bagi lansia,” pungkasnya.
Saat ditanya mengenai apakah stok vaksin yang dimiliki Dinkes masih bisa memenuhi target dari program gebyar vaksinasi ini? Machli menegaskan bahwa hal tersebut sudah diperhitungkan oleh Dinkes.
“Insya Allah cukup. Sudah kita perhitungkan untuk satu minggu ke depan,” tutupnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















