DILANJUTKAN 2 Bulan Relaksasi Pajak Kendaraan di Kalsel

Bagikan :
DILANJUTKAN 2 Bulan Relaksasi Pajak Kendaraan di Kalsel

SuarIndonesia – Sebelumnya relaksasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dilaksanakan dari 9 Agustus sampai 9 Oktober dan diberi nama program Bauntung 9.9. Kelanjutan program tersebut diberi nama Bauntung 21.21 yang dilaksanakan 21 Oktober sampai 21 Desember 2021.

Kebijakan lanjutan ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu diskon 50 persen pokok pakak, pembebasan denda administrasi pajak, pembebasan sanksi administrasi pajak progresif, dan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) kepemilikan kedua dan seterusnya.

Menurut Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, H. Rustamaji, tak ada perbedaan persyaratan atau mekanisme antara periode pertama dan kedua.

Dikatakan pria yang akrab disapa H. Utam, ini target yang dibebaskan juga sama seperti sebelumnya yaitu Rp 50 miliar.

Hanya saja bedanya target sebelumnya dan saat ini diakumulai. Dari target Rp50 miliar sebelumnya tercapai Rp 58 miliar, sehingga untuk memenuhi target keseluruhan hanya perlu membukukan Rp 48 miliar.

“Targetnya digabung antara perioden pertama dan kedua, jadi tinggal memenuhi target Rp48 miliar saja lagi,” jelasnya, Rabu (20/10/2021).

Ia mengajak kepada Wajib Pajak (WP) agar bisa memanfaatkan kebijakan keringanan ini sebaik-baiknya.

“Pajak yang dibayar untuk kelangsungan pembangunan banua yang lebih baik, terima kasih pula kepada mitra kerja Kesamsatan dan pihak terkait untuk suksesnya program kebijakan ini,” bebernya.

Hasil evaluasi pada program Bauntung 9.9 yang lalu masih banyak wajib pajak potensial yang belum menyelesaikan kewajiban.

Wajib pajak potensial yang dimaksud adalah pemilik kendaraan mewah.

Berdasarkan data Bakeuda, penunggak kendaraan mewah paling banyak di Kabupaten Banjar, Tanahbumbu, dan Kotabaru.

“Untuk mengejar pajak potensial kami merancang door to door dengan turun langsung bersama kabupaten kota terkait.

Kita lihat sebulan program berjalan jika tidak ada pergerakan pembayaran pajak potensial maka kemungkinan door to door kita jalankan,” pungkasnya.(RW)

 462 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!