DIDUGA Ada Kelalaian, 12 Bayi Meninggal dalam Sehari di RS

- Penulis

Rabu, 4 Oktober 2023 - 22:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerabat pasien tempat meninggalnya 12 bayi dalam sehari yang dirawat di Sekolah Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan terlihat di dalam rumah sakit, di Nanded, India, Selasa (3/10/2023). (Reuters)

Kerabat pasien tempat meninggalnya 12 bayi dalam sehari yang dirawat di Sekolah Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan terlihat di dalam rumah sakit, di Nanded, India, Selasa (3/10/2023). (Reuters)

SuarIndonesia — Sedikitnya 12 bayi meninggal dunia dalam satu hari di sebuah rumah sakit pemerintah di negara bagian Maharashtra, India. Insiden ini memicu badai politik dengan para politisi oposisi menuduh pemerintah daerah dan otoritas rumah sakit melakukan kelalaian.

Seperti dikutip detikNews dari Reuters, Rabu (4/10/2023), belasan bayi itu meninggal dunia pada Minggu (1/10) waktu setempat, dan termasuk di antara 24 kematian yang tercatat pada hari yang sama di Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan di distrik Nanded, yang berjarak 600 kilometer dari Mumbai, ibu kota finansial India.

“Bayi saudara laki-laki saya yang berumur satu hari meninggal dunia pada hari Minggu di rumah sakit, dan dia menjadi bayi kelima yang meninggal dunia. Kami melihat empat bayi lainnya meninggal di depan kami,” tutur Yogesh Solanki, salah satu warga setempat yang keluarganya membayar bayi ke rumah sakit tersebut.

Solanki juga menuturkan bahwa unit neo-natal di rumah sakit, di mana para bayi dirawat, sangat ramai pada Minggu (1/10/2023) waktu setempat. Bahkan disebutkan ada empat bayi hingga lima bayi di dalam satu inkubator, yang seharusnya hanya menampung satu bayi saja.

Kepala Rumah Sakit Pemerintah Shankarrao Chavan, Shyamrao Wakode, tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar atas tuduhan kelalaian. Dalam percakapan telepon singkat dengan Reuters, Wakode mengatakan tidak memiliki waktu karena ada kunjungan menteri ke rumah sakit itu.

Namun dalam pernyataan kepada kantor berita ANI, Selasa (3/10/2023) waktu setempat, Wakode mengatakan bahwa 12 pasien dewasa di rumah sakitnya meninggal dunia karena berbagai penyakit, termasuk diabetes, gagal hati dan gagal ginjal.

Baca Juga :   DEBAT "PAMUNGKAS" Paslon Pilgub Kalsel, Saling Kritik dan Senyuman Soal Pembangunan

“Tidak ada kekurangan obat-obatan atau dokter. Perawatan yang tepat diberikan kepada para pasien, tapi tubuh mereka tidak merespons pengobatan, yang menyebabkan kematian,” ucap Wakode.

Dituduh Oposisi Lakukan Kelalaian, Pemerintah Luncurkan Penyelidikan

Para politisi oposisi menuduh pemerintah Maharashtra, yang dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, telah melakukan kelalaian besar atas meninggalnya bayi-bayi tersebut.

“Pemerintahan BJP menghabiskan ribuan Rupee untuk publisitasnya tetapi tidak ada uang untuk membeli obat-obatan bagi anak-anak?” tanya Rahul Gandhi selaku pemimpin Partai Kongres yang merupakan oposisi utama di India.

Dalam pernyataannya pada Selasa (3/10/2023), pemerintah Maharashtra mengatakan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan atas meninggalnya 24 pasien, yang terdiri atas bayi dan pasien dewasa, dalam sehari atau pada Minggu (1/10/2023) waktu setempat di rumah sakit tersebut.

“Dua puluh empat adalah angka yang sangat besar. Mengapa begitu banyak kematian terjadi dalam satu hari? Kami akan menyelidiki apakah itu karena kurangnya obat-obatan, atau kekurangan staf, atau alasan lainnya,” ucap Menteri Negara Bagian setempat, Girish Mahajan, kepada wartawan. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPALA STAF TNI-AD Mengpresiasi Pemprov Kalsel, “Ground Breaking” Pembangunan Kodam Lambung Mangkurat.
EMPAT ABK TB Samudra Jaya 1 Terjebak, Seorang Tewas Dievakuasi Lebih Awal
KOMITMEN Komisi III DPR RI Terus Mendukung Langkah Strategis BNNP Kalsel dan Perkuat Sinergi
OPS GAKTIBPLIN, Propam Polda Kalsel Pengecekan Anggota Dinas di Jalan Raya
RIBUAN JEMAAH Salat-kan dan Hantarkan Jenazah Ulama KH Husin Naparin
KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat
DISEJUTUI Pembentukan CDOB Kabupaten Tanah Kambatang Lima, Penyangga IKN
PANGDAM XXII/Tambun Bungai Berkolaborasi “Gerak Bersama” di Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:01

KEPALA STAF TNI-AD Mengpresiasi Pemprov Kalsel, “Ground Breaking” Pembangunan Kodam Lambung Mangkurat.

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:32

EMPAT ABK TB Samudra Jaya 1 Terjebak, Seorang Tewas Dievakuasi Lebih Awal

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:17

KOMITMEN Komisi III DPR RI Terus Mendukung Langkah Strategis BNNP Kalsel dan Perkuat Sinergi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30

OPS GAKTIBPLIN, Propam Polda Kalsel Pengecekan Anggota Dinas di Jalan Raya

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:48

RIBUAN JEMAAH Salat-kan dan Hantarkan Jenazah Ulama KH Husin Naparin

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:45

DISEJUTUI Pembentukan CDOB Kabupaten Tanah Kambatang Lima, Penyangga IKN

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:21

DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:05

NYARIS TAWURAN, Polisi Amankan Delapan Remaja dan Sejumlah Sajam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca