DIBUKA MAKAM Sultan Suriansyah Mulai Jumat Besok

DIBUKA MAKAM Sultan Suriansyah Mulai Jumat Besok

SuarIndonesia – Pemko Banjarmasin bakal membuka komplek pemakaman Sultan Suriansyah yang terletak di Jalan Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Jumat (14/08/2020) besok.

Keputusan untuk membuka komplek pemakaman Raja Banjar Pertama ini sesuai hasil rapat terakhir yang dilakukan oleh tim pengelola sementara makam dari Pemko.

“Besok pukul sembilan pagi, tidak ada alasan apa pun, pemko akan membuka gembok,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Doyo Pudjadi yang juga menjabat sebagai ketua tim, Kamis (13/08/2020).

Doyo mengaku, bahwa proses pembukaan makam itu juga sudah diketahui oleh dua kubu yang saat ini berkonflik. Sehingga tak ada alasan lagi jika proses itu harus menuai penolakan dari kedua belah pihak.

“Ini juga sudah dikomunikasikan dengan kedua belah pihak. Besok pembukaan juga dihadiri pihak kepolisian dari Polresta,” jelasnya.

Setelah dibuka, tim selanjutnya bakal mengambil alaihi pengelolaan makam untuk sementara waktu hingga konflik yang saat ini masih terjadi dinyatakan beres.

“Akan dikelola tim sementara ini yang di dalamnya kelurahan, Kecamatan, Polresta, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sampai diperoleh ketetapan ahli waris yang sah,” jelas Doyo.

Sedang untuk aturan main pengelola makam ini juga sudah dirumuskan oleh tim. Di mana untuk dana yang masuk, baik itu dari parkir, ataupun jasa pelayanan peziarah dilaksanakan secara transparan.

Dana masuk akan dimasukkan dalam rekening yang dibuat tim pengelola sementara tersebut. Serta update laporan keuangan itu disampaikan di papan tulis yang ditempatkan di kawasan komplek pemakaman.

“Terkait pendapatan tim akan buka rekening. Bukan rekening Pemko tapi tim sementara. Dan buku ini bisa dikawal. Juga pemasukannya  dicatat di papan tulis,” bebernya.

Lebih lanjut, setelah adanya keputusan  siapa yang ahli waris yang sah, maka rekening tersebut bakal diserahkan kembali ke pengelola.

Sedang untuk parkir itu ditangani oleh Polsek Banjarmasin Utara. Kemudian untuk kegiatan religius seperti baca doa, mandi-mandi dan lain-lain teknis pembagian hasil dibagi dua.

Namun yang perlu dicatat,  ujar Doyo untuk menjaga netralitas, petugas yang bertugas itu harus mengikuti manjemen  yang sudah ditetapkan oleh tim pengelola sementara.

“Sistemnya tak diberikan langsung ke yang bersangkutan. Tapi bagi hasil, sebagian untuk yang bertugas sebagian masuk ke kas,” jelas Doyo lagi

Selain itu, menanggapi terkait adanya usulan pengelola  dilakukan secara bergantian dari salah satu pihak. Hal itu tak serta-merta  bisa dilakukan. Pasalnya usulan itu baru bisa dilakukan atas persetujuan atau keputusan tim.

“Jika disepakati keputusan untuk mengadopsi tawaran teknis pengelolaan secara selang-seling, maka akan kami ubah lagi. Tapi untuk sementara, karena usulan itu disampaikan setelah keputusan diambil, maka yang dijalankan seperti yang ada saat ini,” tukasnya. (SU)

 213 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: