Suarindonesia – Menyusul rumor yang belakangan ini pencairan Tunjangan Kinerja (Tukin) banyak dikeluhkan karena terlambat dibantah Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin H Subhan Noor Yaumil SE. Pasalnya, 25 SKPD masih proses perbankan sehingga diharapkan Jumat pagi dana sudah masuk.
Begitu juga 7 SKPD sekarang ini masih proses di Bakeuda dan dua SKPD dari Sekwan serta Dinkes sampai sekarang masih belum mengajukan permintaan pembayaran.
`Kami prosesnya sesuai mekanisme pengajuan dari SKPD sehingga tak ada kata terlambat,’’ ujar Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin H Subhan Noor Yaumil SE kepada {{KP}} dalam pesan singkatnya melalui Whatsapp, Kamis (19/09/2019).
Mantan Kadis Pariwisata Kota Banjarmasin ini mengatakan untuk masalah dana di Bakeuda memang tak ada masalah. Namun karena memang permintaan di SKPD perlu proses verifikasi sehingga pembayaran Tukin tak bisa tepat waktu.
Ia juga mengakui setiap bulan Pemerintah Kota Banjarmasin mengeluarkan dana sampai Rp14 M lebih untuk melakukan pembayaran Tunjangan Kinerja.
`Tukin ini dibayarkan berdasarkan kinerja masing-masing ASN dan merupakan haknya sehingga kalau ada terlambatan bukan di Bakeuda tentunya,’’ ucap mantan Kabag Umum Pemko Banjarmasin ini.
Dari berita yang dihimpun sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin gelisah. Mereka mengeluhkan belum cairnya tunjangan kinerja (Tukin) atau tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Bahkan dari para ASN di Pemko Banjarmasin ramai-ramai mempertanyakan tidak cairnya tunjangan kinerja atau TPP yang menjadi hak mereka. Padahal, nilai tukin itu biasanya jauh lebih besar dari gaji pokok para PNS. Tergantung kinerjanya dalam bekerja sehari-hari.
Tukin ini dicairkan setiap tanggal 15 per bulannya. Sekarang telat 4 hari dari standar pencairan tukin.“Ya aneh saja, kenapa di Banjarmasin mah tukinnya tidak cair. Padahal harusnya cair seperti daerah lain,” kata salah seorang ASN.
PNS yang enggan disebutkan namanya itu pun mengungkapkan saat ini para PNS tengah “heboh” lantaran pencairan tukin hingga kini tak ada kejelasan. Padahal sesuai tujuan pemerintah pemberian gaji ke-13 ini adalah untuk membantu para ASN untuk membayar biaya kebutuhan keluarga mereka.
“Memang betul sekali, sekarang kami kebingungan dan gelisah apakah tukin ini mau dicairkan atau tidak,” terangnya.
Menurut dia, kegelisahan yang sama kini tengah dirasakan para PNS lain. Sebab, mayoritas PNS akan menggunakan tukin untuk kebutuhan keluarga.
Hal senada juga diungkapkan oleh PNS Pemko lainnya. Ia mengungkapkan tidak habis pikir mengapa Pemko Banjarmasin vtidak membayarkan tukin para PNS.
Ia menyebut tidak dicairkannya tunjangan ini baru pertama kali terjadi pada bulan ini. “Sekarang PNS Banjarmasin lagi ramai. Mereka gelisah karena tukin tidak dicairkan. Enggak tahu alasannya kenapa,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















