Datu Labah Murid Datu Balimau Bernama Asli Gusti Saaluddin (2/habis)

- Penulis

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – DALAS BELANGSAR DADA, MUN MANYARAH KADA …Inilah kalimat yang terpatri di dalam jiwa para Pejuang Banjar saat itu, mereka merindukan syahid membela tanah leluhur dari kesewenang-wenangan Pemerintah Hindia-Belanda.

Belanda geram bukan main ketika mengetahui Haji Gusti Saaluddin bersama tokoh-tokoh Banua Lima lainnya membelot berpihak dan mendukung penuh Pangeran Hidayat sebagai ahli waris yang berhak menduduki tahta Kesultanan Banjar berdasarkan surat wasiat Sultan Adam Al Watsiqubillah.

Puncaknya ditandai dengan Haji Gusti Saaluddin menjadi Pamayung Sultan Banjar ketika Penabalan Pangeran Hidayatullah sebagai Sultan Banjar di Amuntai Sungai Banar.

Bergabungnya beliau di barisan Pejuang Banjar menimbulkan kerisauan dan kegusaran di kalangan pemerintah hindia belanda karena beliau dianggap salah satu sosok yang berpengaruh menjadi panutan di wilayah Banua Lima saat itu.

Kedudukannya sebagai seorang Penghulu serta merta dicopot pemerintah hindia belanda secara sepihak. Disebabkan mereka murka sekali setelah mengetahui keputusannya yang dianggap membangkang kepada Pemerintah Hindia Belanda, sampai-sampai gelar gustinya pun dihapuskan oleh Pemerintah Belanda.

Kampung Balimau dijadikannya tempat persembunyian dan pusat perjuangannya melawan penjajah karena letaknya yang strategis, sekaligus juga dekat dengan keluarga dan pusara salah satu gurunya yaitu Syekh Ahmad bin H. Muhammad As’ad Balimau.

Syekh Ahmad bin Muhammad As’ad bin Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Hubungan kekerabatan keluarga kesultanan dan keluarga Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan sudah terjalin lama. Sejak Syekh Muhammad Arsyad disekolahkan ke Mekkah oleh Sultan Tahlilullah Kemudian setelah datang dari Mekkah, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikawinkan dengan Ratu Aminah binti Pangeran Thaha bin Sultan Tamjidillah, yang banyak melahirkan ulama-ulama besar tidak hanya di Banua Banjar tapi juga Kalimantan.

Baca Juga :   KESIAPAN Personel Polresta Banjarmasin Pengamanan TPS

Haji Gusti Saaluddin di kampung ini menyamar sebagai seorang pengemis yang oleh masyarakat zaman itu disebut Labai sehingga membuat prajurit belanda terkecoh, sulit menemukan keberadaannya yang selalu berpindah-pindah tempat.

Dan juga di lain waktu sering wajah dia dihinggapi binatang lebah lalu membentuk seperti janggut yang menutupi wajah Haji Gusti Saaluddin. Hingga masyarakat ada yang menyebut dia Datu Labah.

Haji Gusti Saaluddin memiliki beberapa orang anak yang diketahui ada 4 orang anak yaitu Abahnya Gusti Arfan,Gusti Biduri,Gusti Madari, dan Gusti Jawiyah. Namun dari cerita tutur dzuriyyat beliau yang ada di Balimau dan Danau Panggang.

Masih banyak anak-anak Datu Labah dari istri lainnya seperti di antaranya Gusti Shofiyyah yang menikah dengan Datu Panjang (gelar) menurunkan dzuriyyat di Desa Karang Paci seperti Suanang, Amin, Jumintan dan Ampal.

Sebelum wafat beliau berdoa kepada Allah SWT untuk diberikan pahala Fii Sabilillah 7 turunan kepada dzuriyyat-dzuriyyatnya.

Ketokohan beliau sangat masyhur hingga setelah wafatnya, dari cerita turun temurun dari salah seorang dzuriyyatnya bahwa Haji Gusti Saaluddin berwasiat sebelum meninggal apabila sampai masanya perang berkepanjangan maka ambil lah sedikit bagian dari tanah di sekitar makam beliau untuk dijadikan “syarat” saat hendak pergi berperang.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca