BPBD Kubu Raya Kesulitan Akses Air Padamkan Kebakaran Lahan

- Penulis

Jumat, 26 Juli 2024 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BPBD Kubu Raya saat berupaya memadamkan api akibat karhutla di Kubu Raya. (ANTARA/BPBD Kubu Raya)

BPBD Kubu Raya saat berupaya memadamkan api akibat karhutla di Kubu Raya. (ANTARA/BPBD Kubu Raya)

SuarIndonesia — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mengatakan, pihaknya kesulitan memadamkan api pada kebakaran lahan dikarenakan sulitnya mendapatkan akses air.

“Selain sulitnya mendapatkan akses air, lahan yang terbakar tersebut adalah areal gambut,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, Herry Purwoko di Sungai Raya, Jumat (28/72024).

Sejauh ini luas hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Kubu Raya hampir mencapai 50 hektare dan bahkan telah mendekati pemukiman warga.

“Data inventaris dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Kubu Raya mencatat setidaknya sudah lebih kurang seluas 30 hektare lahan gambut dan mineral terbakar sejak Jumat (19/7/2024) sampai dengan Selasa (23/7/2024),” ujarnya, seperti dikutip dari AntaraNews.

Herry mengatakan, sebagian besar lahan gambut dan mineral di Kabupaten Kubu Raya dalam keadaan kering termasuk sejumlah penampungan air yang ada, imbas dari tidak adanya hujan yang mengguyur daerah itu dalam 15 hari terakhir.

Dia memperkirakan tinggi muka air tanah berada pada posisi 30-39 centimeter di bawah permukaan gambut. Terpaan angin yang kencang turut mengakibatkan kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya tidak terhindarkan dan cenderung meluas.

“Merambat cepat setelah api di Kecamatan Kakap dan Limbung berhasil dikendalikan saat ini sudah sampai masuk Kecamatan Rasau Jaya dan Kecamatan Sungai Raya,” ujarnya.

Hingga saat ini, petugas masih berjibaku di lokasi kebakaran untuk melokalisir api agar tidak semakin mendekati permukiman warga.

Imbau Masyarakat tidak Membakar Lahan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalbar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar sebab hingga Kamis (25/7/2024) kemarin telah terdapat sebanyak 45 titik panas di wilayah Kubu Raya.

Baca Juga :   CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan

“Kami mengimbau masyarakat Kubu Raya untuk tidak membakar hutan dan lahan dan apabila melihat titik api untuk segera melaporkan,” ujar Kepala BPBD Kubu Raya, Herry Purwoko di Sungai Raya, Jumat (26/7/2024).

Herry menerangkan jika masyarakat melihat adanya titik api dapat melaporkankannya kepada RT atau RT setempat yang akan diteruskan kepada BPBD Kubu Raya untuk dapat langsung ditangani agar titik api tersebut tidak semakin meluas.

Dan berdasarkan deteksi hotspot titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP TERRA dan AQUA) memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan atau lahan.

Dari satelit tersebut terpantau sebanyak 45 titik panas yang tersebar di wilayah Kubu Raya dengan tingkat kepercayaan ringan sebanyak dua titik dan menengah sebanyak 43 titik.

Dan pada jam 03.00 WIB Kamis (25/7/2024) kemarin kualitas udara di wilayah Sungai Raya masuk pada kategori tidak sehat dengan 179 µgr/m³.

Herry mengatakan dalam upaya pemadaman tersebut pihaknya dibantu oleh tim gabungan yang terdiri dari para aparat penegak hukum hingga masyarakat yang berupaya memadamkan api hingga malam hari.

“Para petugas damkar yang dibantu TNI, Polres Kubu Raya, Manggala Agni, KPH, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan BPBD harus berjibaku memadamkan api sampai malam hari,” kata Herry. [*/UT]

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca